-->

Ketua DPC PJS Batu Bara, Sesalkan Anggota DPRD Batu Bara Pentingkan Study Banding Saat Rakyatnya di Landa Banjir

Ketua DPC Pemerhati Jurnalis Siber Batu Bara, Sesalkan Anggota DPRD Batu Bara Pentingkan Study Banding Saat Rakyatnya di Landa Banjir, 


BATU BARA - SUMUT - Perisainusantara.com

Ketua DPC Pemerhati Jurnalis Siber Kabupaten Batu Bara Drs Ebson A. Pasaribu, menyesalkan sikap para Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Batu Bara, yang lebih penting kan Pergi ke Luar Daerah dengan alasan Study Banding , pada saat sebagian Rakyat Batu Bara mengalami Banjir Musiman.

Sangat ironisnya, saat bersamaan nyaris tigapuluh lima anggota DPRD setempat malah 'plesiran' dengan alasan kunjungan kerja ke luar daerah

Drs Ebson A. Pasaribu menyatakan hal ini saat di minta tanggapan ini di Markas Wappres Kamis siang (10/11/2022)

Lanjutnya, Saat ini Kabupaten Batu Bara dilanda banjir akibat curah hujan yang cukup tinggi serta luapan air dari sungai yang berhulu dari Kabupaten Simalungun.

Dilaporkan 4 Kecamatan di Batu Bara, merasakan dampak banjir yang menyebabkan 929 rumah terendam air , Bahkan ratusan kepala keluarga terpaksa mengungsi baik ke rumah keluarganya maupun ke tenda yang telah disiapkan Dinas Sosial Kabupaten Batu Bara.

Di perkuat dengan pernyataan Plt. Ka Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Batu Bara Ahkmadan Khoir membenarkan jumlah korban terdampak banjir tersebut saat dikonfirmasi lewat seluler, Kamis (10/11/22).

Selanjutnya, menyesalkan sikap para Dewan yang terhormat, dinilai tidak menunjukkan kepedulian terhadap warga yang terdampak banjir.

Sepertinya kunker mereka saat ini dianggap lebih penting dibanding melihat penderitaan warga Kabupaten Batu Bara yang dilanda banjir. Padahal mereka bisa duduk di kursi empuk Dewan justru karena dukungan dan pilihan Rakyatnya,  saat menanggapi kondisi miris tersebut, Ketus Ketua DPC Pemerhati Jurnalis Siber (PJS) Kabupaten Batu Bara Drs Ebson A Pasaribu.

"Luar biasa sikap mereka yang memilih ikut kunker ke luar daerah dan mengenyampingkan menyapa dan menghibur warga yang merupakan konstituennya. Ini sikap tak terpuji. Apa lebih penting kunker dibanding menjenguk warga yang terdampak banjir?. Bukankah kunker dapat dilaksanakan dilain waktu?", Tutupnya. (wellas) 


Share:

No comments:

Post a Comment

Artikel

Labels

Budaya (16) ekonomi (3) Kesehatan (13) Organisasi (172) Pemerintahan (99) Pendidikan (136) politik (89) Polri/TNI (6) sosial (107) Sumatera Utara (29)

Blog Archive