-->
https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEi0EAIKwCOewMUoWNW47WuQuK72ih6QOPHJMRnpU7DCntRrpBQYD0o5Au6P11bCxnpJNDyOsxBp3IdFHzFFSPAhWzvyrKdEvmE6apWlbXqIYFWABnyl7NEMlrMlUwM4NCgpGmaNl5NRvf2UlfxXkv1HMk7-eaoiksbqMkaflEi0HsdjsFR5l1RhIhyphenhyphenOdiE/s16000/05e2cdf2-5f47-4771-880d-c7f1667e3450.jpeg
Tampilkan postingan dengan label Kesehatan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Kesehatan. Tampilkan semua postingan

YPPB Bersama Dinkes Batu Bara Gelar Pemeriksaan Gratis, Ratusan Warga Padati Lapangan Talawi

YPPB Bersama Dinkes Batu Bara Gelar Pemeriksaan Gratis, Ratusan Warga Padati Lapangan Talawi



BATU BARA – perisainusantara.com

Suasana semarak menyelimuti Lapangan Kantor Camat Talawi, Selasa pagi (24/6/2025), saat ratusan warga dari berbagai penjuru—Talawi, Tanjung Tiram, hingga Nibung Hangus—berbondong-bondong hadir mengikuti kegiatan Pemeriksaan Kesehatan Gratis (PKG). Kegiatan ini diprakarsai oleh Yayasan Perempuan Payung Bangsa (YPPB) yang berkolaborasi dengan Dinas Kesehatan Kabupaten Batu Bara.

Dengan mengusung tema “Keluarga Sehat, Batu Bara Bahagia”, PKG kali ini mendapat sambutan luar biasa dari masyarakat. Tercatat lebih dari 500 orang dari berbagai kelompok usia memadati lokasi untuk memeriksakan kesehatan mereka—mulai dari anak-anak hingga orang tua.

Program ini merupakan bagian dari implementasi komitmen nasional dalam memperluas jangkauan layanan kesehatan gratis, sebagaimana dicanangkan Presiden Prabowo. Tujuannya tak lain adalah membudayakan upaya pencegahan penyakit sedini mungkin melalui pemeriksaan rutin dan edukasi kesehatan langsung kepada masyarakat.

Sebagai mitra strategis Kementerian Kesehatan RI, YPPB hadir tak hanya sebagai penyelenggara, tetapi juga agen perubahan dalam menyuarakan pentingnya pendekatan promotif dan preventif di bidang kesehatan. PKG juga dimanfaatkan sebagai sarana sosialisasi mengenai layanan kesehatan nasional, khususnya pemanfaatan Puskesmas yang tersebar di seluruh Batu Bara.

Asisten I Setda Batu Bara, Edwin Aldrin Sitorus, yang hadir mewakili Bupati, menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya kegiatan ini. Ia menilai PKG sejalan dengan visi Bupati Batu Bara Bahagia, yang menempatkan pelayanan kesehatan sebagai pilar penting dalam pembangunan masyarakat.

Ketua YPPB, Kartika Sari, SH, menyatakan bahwa kegiatan ini adalah bagian dari komitmen yayasan dalam memberikan akses layanan kepada masyarakat, terutama bagi kelompok perempuan dan anak. “Kami ingin perempuan dan anak-anak memiliki kesempatan yang sama dalam mendapatkan layanan kesehatan yang layak. Melalui kegiatan ini, kami hadir langsung untuk mewujudkannya,” ujarnya.

Menambah bobot acara, kegiatan ini turut mengampanyekan program Universal Health Coverage (UHC) yang merupakan salah satu prioritas dalam 100 hari kerja Bupati Batu Bara. Sosialisasi ini bertujuan agar seluruh masyarakat terintegrasi dalam sistem jaminan kesehatan nasional.

Lewat kegiatan menyentuh langsung akar rumput ini, diharapkan kesadaran masyarakat Batu Bara akan pentingnya menjaga kesehatan semakin tumbuh. Tujuan akhirnya: menciptakan lingkungan keluarga yang sehat dan menjadikan Batu Bara sebagai daerah yang bahagia dan sejahtera.

(Fahmi)




Share:

RSU VTC Indrapura Masih Mangkrak, Politisi M. Rafiq Desak Pemkab Batu Bara Segera Bertindak

RSU VTC Indrapura Masih Mangkrak, Politisi M. Rafiq Desak Pemkab Batu Bara Segera Bertindak



Batu Bara — Perisainusantara.com 

Rumah Sakit Umum (RSU) VTC Indrapura yang kini menjadi milik resmi Pemerintah Kabupaten Batu Bara, hingga kini belum menunjukkan geliat operasional. Fasilitas kesehatan yang semestinya menjadi ujung tombak pelayanan kesehatan masyarakat ini justru tampak terbengkalai, memicu keprihatinan berbagai pihak.

Politisi senior Batu Bara, M. Rafiq, angkat suara. Ia menilai pemerintah daerah harus segera mengambil langkah konkret dan menjadikan RSU VTC Indrapura sebagai pusat layanan kesehatan bagi ibu dan anak.

“Jangan biarkan bangunan megah ini hanya jadi pajangan tanpa manfaat. Di tengah tingginya kebutuhan akan pelayanan kesehatan, apalagi menyangkut ibu hamil dan anak-anak, RSU VTC Indrapura bisa menjadi solusi yang sangat strategis,” ujar Rafiq, Jumat (23/5/2025).

Aset Besar, Namun Belum Termanfaatkan

 VTC Indrapura dulunya merupakan UPT milik Pemprov Sumatera Utara yang berfungsi sebagai Provincial Training Centre. Melalui SK Gubernur Sumut tertanggal 21 Juni 2022, aset senilai lebih dari Rp 38 miliar itu resmi dihibahkan ke Pemkab Batu Bara, ditambah dana renovasi Rp 1,5 miliar.

Namun ironisnya, hingga kini tak tampak tanda-tanda kesiapan untuk difungsikan. Bangunan terlihat sepi, halaman tak terurus, dan belum ada aktivitas medis di dalamnya.

“Sayang sekali kalau gedung ini hanya menjadi simbol kegagalan manajemen aset publik. Ini tanggung jawab pemerintah daerah untuk segera menghidupkannya,” tegas Rafiq.

Butuh Keberanian Anggaran dan Keseriusan Politik

Rafiq mendesak Pemkab Batu Bara agar tidak setengah hati. Ia menekankan pentingnya keberanian politik dalam merealisasikan pelayanan kesehatan yang memadai. “Jangan ragu. Kalau memang ingin memajukan sektor kesehatan, siapkan anggaran besar, bangun sistem yang layak, dan rekrut tenaga kesehatan sesuai kebutuhan,” katanya.

Apresiasi untuk Penambahan Dokter Spesialis

Rafiq juga memberi catatan positif terhadap langkah Bupati Batu Bara Baharuddin yang telah menambah 23 dokter spesialis di wilayah tersebut. “Ini langkah maju yang patut didukung. Tapi akan sia-sia kalau fasilitas seperti RSU VTC ini tetap tak difungsikan,” tambahnya.

Harapan untuk Akses Kesehatan yang Merat

Rafiq menyoroti bahwa masyarakat di daerah pesisir dan pedalaman Batubara masih menghadapi kesulitan serius dalam mengakses layanan kesehatan. Dengan mengaktifkan RSU VTC Indrapura, pemerintah setidaknya bisa memangkas satu hambatan besar.

Kini publik menunggu gebrakan Pemkab Batubara. Apakah RSU VTC akan tetap menjadi bangunan kosong tanpa fungsi, atau bangkit menjadi pusat layanan kesehatan yang bisa dibanggakan masyarakat?

(yus)



Share:

RSUD H. OK Arya Zulkarnaen Sudah Aktifkan Poli Paru, dan Poli Jantung Siap Layani Pasien Mulai Juni 2025

RSUD H. OK Arya Zulkarnaen Sudah Aktifkan Poli Paru, dan Siap Layani Pasien Poli Jantung Mulai Juni 2025



BATU BARA – Perisainusantara.com 

Kabar gembira bagi masyarakat Batu Bara! RSUD H. OK Arya Zulkarnaen kini resmi memperluas pelayanannya dengan membuka sudah aktif Poli Paru, dan Poli Jantung mulai aktif melayani pasien pada awal Juni 2025 mendatang.

Langkah ini menjadi bukti nyata komitmen rumah sakit dalam mendekatkan akses layanan kesehatan spesialis, khususnya untuk penanganan penyakit saluran pernapasan yang kerap menjadi keluhan masyarakat.

Direktur RSUD H. OK Arya Zulkarnaen, dr. Guruh Wahyu Nugraha, menyampaikan bahwa Poli Paru sudah aktif akan melayani pasien setiap hari kerja, Senin hingga Jumat, dengan dukungan dokter spesialis paru yang berpengalaman dan mengedepankan pendekatan humanis dalam pelayanan.

"Poli Paru ini akan menjadi solusi bagi masyarakat yang membutuhkan penanganan terhadap penyakit seperti asma, bronkitis, PPOK, hingga TBC, yang masih menjadi tantangan kesehatan di daerah kita," ujar dr. Wahyu, Senin (19/5/2025).

Untuk mendukung kenyamanan pasien, pihak rumah sakit juga telah menyiapkan ruang layanan yang representatif, peralatan medis terkini, serta sistem antrean digital guna mempercepat dan mempermudah proses pelayanan.

Pembukaan Poli Paru ini juga menjadi bagian dari upaya peningkatan sistem rujukan kesehatan di tingkat kabupaten, sejalan dengan program prioritas nasional untuk menghadirkan layanan kesehatan yang merata, berkualitas, dan terjangkau.

Tak hanya itu, dr. Wahyu turut mengungkapkan bahwa RSUD tengah bersiap untuk meluncurkan Poli Jantung dalam waktu dekat sebagai bagian dari rencana jangka panjang pengembangan layanan spesialis.

Masyarakat Kabupaten Batu Bara pun diimbau untuk memanfaatkan layanan baru ini sebaik-baiknya. Informasi lengkap terkait pendaftaran dan jadwal praktik dapat diperoleh melalui pusat informasi RSUD atau saluran resmi lainnya.

(wellas)


Share:

Desa Lubuk Cuik dan Dinkes Batu Bara Gaungkan Waspada DBD dan Penyakit Kanker

Desa Lubuk Cuik dan Dinkes Batu Bara Gaungkan Waspada DBD dan Penyakit Kanker






Batu Bara – Perisainusantara.com

Menghadapi lonjakan kasus Demam Berdarah Dengue (DBD) di Kabupaten Batu Bara, Pemerintah Desa Lubuk Cuik bersama Dinas Kesehatan setempat menggelar sosialisasi kewaspadaan dini, Senin (28/4/2025). 

Kegiatan ini bertujuan mengajak masyarakat lebih sigap menghadapi potensi wabah penyakit, khususnya di tengah curah hujan yang semakin tak menentu.

Menurut data Dinas Kesehatan, hingga awal April tercatat 40 kasus DBD dengan insiden rate 9,23 per 100.000 penduduk di Batu Bara. Kondisi ini dikhawatirkan mempercepat penyebaran nyamuk Aedes Aegypti, vektor utama penyebab DBD.

Pj. Kepala Desa Lubuk Cuik, MY. Daulay, meminta seluruh kepala dusun untuk mengintensifkan Gerakan Jumat Bersih. Ia juga menekankan pentingnya peran TP PKK Desa dalam membangun budaya hidup bersih dan sehat di tingkat keluarga dan lingkungan.

Bidan Desa Lubuk Cuik dari UPT Puskesmas Kedai Sianam, Nurhasana, turut menyampaikan bahwa kegiatan ini juga bagian dari kesiapsiagaan menghadapi potensi Kejadian Luar Biasa (KLB) DBD. Ia menguraikan beberapa langkah yang perlu ditempuh, antara lain:

Memperkuat koordinasi lintas sektor untuk pencegahan dan pengendalian DBD.

Melaksanakan Gerakan Pemberantasan Sarang Nyamuk (PSN) serta mendorong setiap keluarga memiliki Juru Pemantau Jentik (Jumantik) di rumah masing-masing.

Menjalankan program 3M Plus: menguras, menutup, mendaur ulang tempat berpotensi jentik, ditambah penggunaan larvasida.

Menggerakkan seluruh elemen masyarakat, mulai camat, lurah, hingga kepala desa, untuk mengadakan kerja bakti minimal satu kali seminggu.

Nurhasana didampingi Ketua TP. PKK Desa Lubuk Cuik Yusmiati dan anggota, menyatakan harapannya dengan upaya ini mampu menekan penyebaran DBD di Batu Bara dan membangun kesadaran kolektif menjaga lingkungan tetap bersih.

Tak hanya fokus pada DBD, sosialisasi tersebut juga memperluas bahasan ke isu kesehatan lain, yakni pencegahan kanker serviks dan kanker prostat. Materi ini disampaikan Mardiana Purba dari Lembaga Kesehatan Indonesia.

Dalam paparannya, Mardiana mengungkapkan bahwa kanker serviks dan prostat tidak hanya disebabkan faktor keturunan, tetapi juga bisa dipicu oleh paparan zat kimia seperti asap rokok, radiasi dari perangkat elektronik (TV, komputer, handphone), serta pola makan tidak sehat. 

Ia mengingatkan pentingnya menghindari makanan mengandung karsinogen seperti bahan penyedap buatan dan mengelola pola makan agar terhindar dari gangguan serius seperti kanker hati.

Melalui sosialisasi ini, masyarakat Desa Lubuk Cuik diharapkan lebih sadar akan pentingnya pencegahan dini terhadap penyakit menular dan tidak menular demi meningkatkan kualitas kesehatan bersama, pungkasnya Pj. Kepala Desa Lubuk Cuik MY. Daulay mengakhiri.

(wellas )



Share:

Jelang Keberangkatan ke Tanah Suci, 283 Calon Jemaah Haji Batu Bara Jalani Vaksinasi Lengkap

Jelang Keberangkatan ke Tanah Suci, 283 Calon Jemaah Haji Batu Bara Jalani Vaksinasi Lengkap



Batu Bara – Perisainusantara.com 

Sebanyak 283 orang yang terdiri dari calon jemaah haji dan petugas haji daerah Kabupaten Batu Bara telah mengikuti rangkaian vaksinasi sebagai persiapan penting menjelang keberangkatan ke Tanah Suci. 

Kegiatan vaksinasi berlangsung di halaman Kantor Dinas Kesehatan P2KB Batu Bara pada Kamis (24/4/2025).

Kepala Dinas Kesehatan Batu Bara, dr. Deni Syahputra, melalui Kabid P2P Budi Sinaga, menjelaskan bahwa vaksinasi menjadi syarat wajib yang harus dipenuhi sebelum calon jemaah diberangkatkan. “Tiga jenis vaksin diberikan, yaitu vaksin meningitis, influenza, dan polio. Ini adalah persyaratan utama dari pemerintah Arab Saudi,” ungkapnya.

Menurut dr. Deni, pemberian vaksin tidak hanya sebagai formalitas administratif, tetapi sebagai bentuk perlindungan kesehatan bagi para jemaah yang akan menunaikan ibadah haji di tengah kerumunan umat Muslim dari seluruh dunia. “Vaksin meningitis sangat penting, karena penyakit ini bisa menyebar cepat dan membahayakan keselamatan jemaah,” jelasnya.

Ia juga menegaskan bahwa setiap jemaah harus menunjukkan bukti telah menerima vaksinasi sebagai bagian dari kelengkapan dokumen keberangkatan. “Sama seperti tahun-tahun sebelumnya, vaksinasi ini menjadi syarat mutlak untuk bisa berangkat,” tegasnya.

Dari total 283 orang yang divaksinasi, sebanyak 276 merupakan calon jemaah haji reguler. Sisanya merupakan petugas haji yang terdiri dari 2 orang Tim Pemandu Haji Indonesia (TPHI) dan 3 orang Tim Kesehatan Haji Indonesia (TKHI).

Dengan terlaksananya vaksinasi ini, Pemerintah Kabupaten Batu Bara memastikan seluruh calon jemaah siap secara kesehatan dan administrasi untuk menunaikan rukun Islam kelima dengan aman dan lancar.


Share:

Dinkes Batu Bara: Penanganan Yulia Sudah Ditindaklanjuti, Keluarga Diminta Setuju untuk Opname

Dinkes Batu Bara: Penanganan Yulia Sudah Ditindaklanjuti, Keluarga Diminta Setuju untuk Opname



BATU BARA – Perisainusantara.com 

Pemerintah Kabupaten Batu Bara melalui Dinas Kesehatan dan PPKB memastikan telah merespons hal  Yulia Khairia (5), balita asal Desa Suka Raja, Kecamatan Air Putih, yang mengalami kelumpuhan. Tindakan medis dan bantuan kemanusiaan telah lebih dulu diberikan melalui Puskesmas Pematang Panjang.

Kepala Dinas Kesehatan dan PPKB Batu Bara, dr. Deni Syahputra, menjelaskan bahwa pihaknya tidak tinggal diam. “Sejak beberapa bulan lalu, Puskesmas telah membawa Yulia ke RS Adam Malik untuk mendapatkan penanganan medis. Usai dirawat, pasien kemudian dibawa pulang oleh pihak keluarga,” kata dr. Deni di kantornya, Senin (21/4/2025).

Tak hanya itu, tenaga kesehatan dari Puskesmas juga memberikan bantuan berupa tali asih, popok bayi (pempers), serta dukungan lainnya sebagai bentuk kepedulian terhadap kondisi Yulia.

Namun demikian, ketika diminta kembali untuk menjalani perawatan lanjutan di rumah sakit, pihak keluarga menyatakan belum bersedia. Penolakan tersebut, kata dr. Deni, turut disaksikan langsung oleh Camat dan perangkat desa setempat.

Berdasarkan hasil diagnosis tim medis, Yulia menderita gangguan saraf yang menyebabkan ketidakmampuan menggerakkan tubuhnya secara normal. Oleh karena itu, menurut dr. Deni, perawatan optimal harus dilakukan melalui rujukan ke rumah sakit yang memiliki fasilitas lengkap.

“Perlu dirujuk kembali ke RS Adam Malik karena di sana tersedia peralatan medis yang memadai untuk menangani kasus seperti ini,” ujarnya menegaskan.

Dinas Kesehatan pun berharap pihak keluarga membuka diri untuk kembali melanjutkan pengobatan demi masa depan dan kesehatan anak tersebut.

(wellas)



Share:

RSUD Batu Bara dan BandS Ministries Gelar Operasi Katarak Gratis untuk Warga

RSUD Batu Bara dan BandS Ministries Gelar Operasi Katarak Gratis untuk Warga



Batu Bara, Perisainusantara.com 

RSUD H. OK Arya Zulkarnaen Kabupaten Batu Bara bekerjasama dengan Body & Soul Ministries (BandS Ministries), sebuah organisasi non-profit asal Amerika Serikat, menyelenggarakan operasi katarak gratis bagi warga setempat.

Direktur RSUD, dr. Wahyu melalui perwakilannya, Yufly, menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan yang ketiga kalinya digelar sejak kerja sama dengan BandS Ministries dimulai. Tahun ini, sebanyak 160 pasien telah mendaftar untuk mengikuti operasi tersebut.

"Dari hasil pemeriksaan, 33 pasien teridentifikasi mengalami katarak pada 51 mata, sementara 94 pasien lainnya mengalami gangguan penglihatan lain pada total 139 mata," ujar Yufly. Rabu (16/04/2025).

Operasi ini juga mendapat perhatian langsung dari Wakil Bupati Batu Bara, Syafrizal, MA.P, yang meninjau pelaksanaan serta memberikan dukungan moral kepada para pasien. Ia menyampaikan apresiasinya terhadap BandS Ministries atas kontribusi nyata bagi kesehatan masyarakat Batu Bara.

Country Manager BandS Ministries, Marganda Marbun, SH, menjelaskan bahwa program ini telah berlangsung sejak tahun 2005 sebagai bentuk kepedulian terhadap sesama. 

"Kami berharap seluruh pasien yang telah terjaring dapat menjalani operasi dengan lancar," ungkap Marbun.

Pemerintah Kabupaten Batu Bara berharap kegiatan semacam ini terus berlanjut demi mewujudkan masyarakat yang sehat dan bahagia.

(Red)

Share:

Direktur RSUD H. OK Arya Zulkarnain Sidak Malam Takbiran. Pastikan Layanan Tetap Optimal

Direktur RSUD H. OK Arya Zulkarnain Sidak Malam Takbiran. Pastikan Layanan Tetap Optimal



Batu Bara – Perisainusantara.com 

Menjelang malam takbiran dan libur Idul Fitri 1446 H, Direktur RSUD H. OK Arya Zulkarnain, dr. Guruh Wahyu Nugraha, menunjukkan komitmennya dalam menjaga kelancaran layanan kesehatan bagi masyarakat Batu Bara. Minggu malam (30/03/2025), 

Ia melakukan inspeksi mendadak (sidak) untuk memastikan kesiapan tenaga medis, fasilitas, dan pelayanan rumah sakit tetap berjalan optimal.

Dalam keterangannya, dr. Guruh Wahyu menegaskan bahwa masyarakat tidak perlu khawatir mencari layanan kesehatan selama libur Lebaran. Seluruh tenaga medis, termasuk dokter spesialis, perawat, dan petugas kesehatan lainnya, tetap disiagakan untuk memastikan Instalasi Gawat Darurat (IGD), rawat inap, serta layanan ambulans beroperasi tanpa hambatan.

"Pelayanan kesehatan adalah kebutuhan dasar yang harus tetap tersedia kapan pun, termasuk di malam takbiran. Kami memastikan IGD dan layanan rawat inap tetap siaga 24 jam dengan tenaga medis yang kompeten serta fasilitas yang memadai," ujarnya.

Langkah ini juga selaras dengan instruksi langsung dari Bupati Batu Bara, H. Baharuddin Siagian, yang menekankan pentingnya respons cepat dalam layanan kesehatan.

Sebagai bentuk antisipasi terhadap potensi lonjakan pasien selama libur Lebaran, pihak rumah sakit telah menyusun sistem jaga ketat, memastikan ketersediaan obat-obatan serta alat medis, dan menyiapkan tim tambahan untuk menangani kasus darurat seperti kecelakaan lalu lintas, gangguan pencernaan akibat konsumsi makanan berlebihan, hingga penyakit kronis seperti hipertensi dan jantung.

Keberpihakan dr. Guruh Wahyu terhadap pelayanan kesehatan masyarakat terlihat dari kesiapannya turun langsung memantau kondisi rumah sakit. "Kami ingin memastikan bahwa tidak ada masyarakat yang mengalami kesulitan dalam mendapatkan pertolongan medis. Sebagai tenaga kesehatan, tugas kami adalah memberikan pelayanan terbaik tanpa mengenal waktu," tegasnya.

Dengan kesiapan yang matang, masyarakat Batu Bara diharapkan dapat merayakan Idul Fitri dengan tenang tanpa khawatir terhadap akses layanan kesehatan. RSUD H. OK Arya Zulkarnain berkomitmen untuk terus memberikan pelayanan yang cepat, profesional, dan berkualitas bagi seluruh warga Kabupaten Batu Bara.

(wellas)


Share:

PT INALUM Gelar Seminar Penanganan Stunting di Sei Suka untuk Generasi Sehat


BATU BARA - Perisainusantara.com 

Dalam rangka memperingati HUT ke-49, PT Indonesia Asahan Aluminium (INALUM) kembali menunjukkan komitmennya terhadap kesejahteraan masyarakat melalui program tanggung jawab sosial perusahaan (CSR). Kamis, (5/12/2024), 

Perusahaan ini menyelenggarakan Seminar Kesehatan Anak dan Penanganan Stunting di Multi-Purpose Hall (MPH) Perumahan PT INALUM, Kecamatan Sei Suka, Kabupaten Batu Bara.

Acara ini dihadiri oleh 76 balita bersama orang tua mereka, kader posyandu dari 12 Desa di Kecamatan Sei Suka, serta sejumlah pakar kesehatan anak dari Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) Sumatera Utara. 

Seminar dibuka oleh Kepala Departemen CSR PT INALUM, Daniel JP. Hutauruk, dengan kehadiran Dr. Bugis Mardina Lubis, M.Ked(Ped), Sp.A(K), Ketua Departemen FK USU.

Dalam sambutannya, Daniel menyatakan bahwa seminar ini dirancang untuk memberikan wawasan kepada orang tua dan kader posyandu tentang pentingnya mencegah stunting di 1000 Hari Pertama Kehidupan (HPK). 

“Sebagai perusahaan yang peduli terhadap generasi masa depan, kami berkomitmen mendukung kesehatan anak-anak melalui berbagai program berkelanjutan,” ujarnya.

Materi Edukatif untuk Pencegahan Stunting

Seminar menghadirkan dua materi utama yang disampaikan oleh para ahli kesehatan anak:

1. Dr. Winra Pratita, M.Ked(Ped), Sp.A(K) menjelaskan pentingnya pemberian nutrisi optimal selama periode HPK untuk mencegah stunting.

2. Prof. dr. H. Munar Lubis, Sp.A(K) memberikan pemahaman tentang cara mengenali kondisi kegawatan pada anak.

Selain mendapatkan ilmu, balita yang hadir menerima multivitamin dan susu formula untuk mendukung asupan gizi, sementara orang tua balita menerima bantuan berupa paket beras.

Program Lanjutan untuk Tekan Stunting

sebagai tindak lanjut, PT INALUM bersama Persatuan Wanita INALUM (Perwina) akan memantau perkembangan balita melalui kunjungan rutin ke desa-desa selama enam bulan ke depan. 

Program ini melibatkan Puskesmas dan Posyandu, dengan penyaluran multivitamin serta susu formula secara berkala.

Dr. Bugis Mardina Lubis optimis, “Dengan kolaborasi yang konsisten, kita dapat menurunkan angka stunting di Kecamatan Sei Suka secara signifikan. Kesehatan anak-anak merupakan kunci menciptakan masa depan yang lebih baik.”

Bukti Dedikasi untuk Masa Depan Cerah

Melalui program ini, PT INALUM berharap dapat memberikan dampak nyata bagi masyarakat, khususnya dalam meningkatkan kualitas hidup balita. 

Langkah ini diharapkan menjadi inspirasi bagi berbagai pihak untuk bersama-sama menangani isu stunting demi generasi yang lebih sehat dan cerdas di Kabupaten Batu Bara, pungkasnya Dr. Bugis Mardina Lubis mengakhiri.

(wellas)


Share:

Dinkes Batu Bara Gelar Pelatihan Menejement Infeksi Laten Tuberkulosis

 


BATU BARA - Perisainusantara.com

Dalam rangka meningkatkan pemahaman dan penerapan manajemen infeksi laten tuberkulosis (ILTB) serta terapi pencegahan tuberkulosis (TPT), Dinas Kesehatan, Pengendalian Penduduk, dan Keluarga Berencana Kabupaten Batu Bara (P2KB) menggelar Pelatihan. 

Pelatihan ini berlangsung dari tanggal 4 hingga 7 Oktober 2023, dan resmi dibuka oleh Plt. Kepala Dinas P2KB, Dr. Deni Syahputra, di Singapore Land, Kecamatan Sei Balai Kabupaten Batu Bara.

dr. Deni Syahputra menekankan pentingnya keseriusan dalam mengikuti pelatihan ini, dan di harapkan peserta dapat memahami materi yang disampaikan oleh fasilitator dan menerapkannya di fasilitas pelayanan kesehatan masing-masing. 

Tujuan utama adalah untuk memastikan pemberian TPT di semua fasilitas kesehatan di seluruh Kabupaten Batu Bara. 

Dari pembekalan ini diharapkan dapat memperkuat upaya pencegahan dan pengendalian penyakit tuberkulosis demi mencapai target eliminasi TBC pada tahun 2028 di Provinsi Sumatera Utara.

Lanjutnya, Infeksi laten tuberkulosis (ILTB) adalah kondisi di mana sistem kekebalan tubuh individu terinfeksi tidak sepenuhnya menghilangkan bakteri Mycobacterium tuberculosis, tetapi dapat mengendalikannya sehingga tidak timbul gejala penyakit tuberkulosis.

Program ini telah ada sejak tahun 2016, sesuai dengan sasaran populasi yang diatur dalam peraturan kesehatan. Namun, hingga Desember 2021, cakupan pemberian TPT masih rendah pada berbagai kelompok usia, dan khususnya anak-anak. 

Disebabkan itulah, pelatihan ini diharapkan dapat memperbaiki kinerja fasilitas pelayanan kesehatan dalam pemeriksaan ILTB dan pemberian TPT.

Pada fasilitas pelayanan kesehatan di Kab. Batu Bara, baru dipaparkan oleh pelatihan ILTB dan TPT, sehingga ada kebutuhan mendesak untuk meningkatkan pemeriksaan ILTB dan pemberian TPT di semua fasilitas kesehatan. 

Di harapkan pada jajaran Dinas Kesehatan Batu Bara, Semoga dengan Pembekalan ini, dapat memberikan dorongan dan kontribusi positif dalam pencapaian tujuan ini. Tutup dr. Deni Syahputra.

(wellas)


Share:

Terkait Stunting, Dinkes Batu Bara Proyeksikan Pencapaian 12% di Tahun 2024

Terkait Stunting, Dinkes Batu Bara Proyeksikan Pencapaian 12% di Tahun 2024


BATU BARA - Perisainusantara.com

Bupati Batu Bara Zahir melalui Plt Kapala  Dinkes PPKB Kabupaten Batu Bara dr Deni Syahputra, menyebutkan " Kita optimis melalui Gema Penting angka stunting di Kabupaten Batu Bara dapat diturunkan hingga mencapai 12% atau dibawah target nasional sebesar 14%", ucap dr Deni. Rabu (4/10/23). 

Lanjutnya bahwa Proyeksi ini dapat diicapai melalui inovasi Gema Penting (Gerakan Bersama Penurunan Stunting) yang disponsori Dinas Kesehatan Pengendalian Penduduk dan KB (Dinkes PPKB). 

"Serta, inovasi Gema Penting yang masuk nominasi Innovative Government Award (IGA) tahun 2023 tidak hanya dilaksanakan oleh dinas yang dipimpinnya. 

"Gema Penting dilaksanakan dengan melibatkan berbagai OPD dan lintas sektoral termasuk swasta dalam pelaksanaannya. 

Bahkan secara lisan Bupati Batu Bara sudah memberi instruksi kepada berbagai OPD hingga Camat dan Lurah/Kepala Desa agar membantu pelaksanaannya", ucapnya dr Deni. 

Dari beberapa OPD yang terlibat dalam gerakan ini diantaranya Dinas Sosial, Dinas PUTR, Dinas Perkim LH, Dinas Pendidikan, Dinas Koperasi UKM, Dinas Perdagangan dan Tenaga Kerja (Perindag Naker) serta lintas sektoral seperti PKK, Perusahaan swasta dan BUMN. 

Sebagai contoh Dinas Perkim LH tentu memberikan bantuan menciptakan permukiman dan lingkungan yang bersih dan sehat. 

Begitu juga Dinas Koperasi UKM dan Dinas Perindag Naker tentu dengan menciptakan usaha bagi kepala keluarga sehingga mampu memberikan asupan gizi yang cukup kepada bayi mereka, ungkap dr Deni. 

Begitu juga melalui Bidang KB kita lakukan bimbingan kepada calon pengantin. Disana petugas akan memberikan pemahaman kepada mereka tentang persiapan kehamilan, makanan selama kehamilan dan pengaturan jarak kelahiran serta penanganan bayi yang baru lahir", kata dr Deni. 

Dan untuk lebih efektifnya gerakan bersama penurunan Stunting, dr Deni berkata bahwa pihaknya  menempuhnya lewat dua program utama. 

"Program pertama adalah dapur dahsyat yang dananya dari sedekah seluruh ASN Pemkab Batu Bara sesuai pangkat dan golongan. 

Juga dari perusahaan seperti PT Inalum yang juga menyisihkan sebagian gaji karyawan mereka", sebutnya. 

Sedangkan pengelolaan dana baik dari ASN maupun karyawan PT Inalum dikatakan dr Deni diserahkan kepada PKK Desa. 

PKK Desa akan menyiapkan dapur untuk memberi makanan tambahan kepada bayi dibawah usia 5 tahun. 

Selanjutnya Program kedua, dr Deni menyebutkan pihaknya memanfaatkan bantuan Kemenkes berupa program makanan tambahan (PMT). 

Dana ini disebutkan dr Deni dikelola bidang KB melalui Posyandu dengan pemberian makanan dan suplemen tambahan kepada balita dan ibu hamil. 

"Kita optimis angka stunting kita turunkan mencapai 12% pada tahun 2024 mendatang", dengan kita terapkan Langkah -langkah yang telah kita programkan, tutup dr. Deni Syahputra.

(wellas)

Share:

Solusi Kesehatan, Warga Medan Sambut Positif Olylife THZ Tera P-90

Solusi Kesehatan, Warga Medan Sambut Positif Olylife THZ Tera P-90


MEDAN – Perisainusantara.com

Kehadiran alat terapi kaki “Olylife THZ Tera P-90” di Kota Medan, Sumatera Utara, diapresiasi sejumlah konsumen yang melakukan uji coba gratis di kantor Olylife Medan, Jalan Gagak Hitam/Ringroad No: 117 C Medan, Kelurahan Sei Sikambing B, Kecamatan Medan Sunggal.

Sejak uji coba Sabtu 26 Agustus 2023 lalu, sudah seratusan masyarakat Kota Medan yang melakukan uji coba gratis di Olylife Medan. 

Beragam konsumen khusus datang dari sejumlah wilayah untuk merasakan terapi kaki yang menjadi salah satu solusi bagi kesehatan untuk kita semua.

“Kesembuhan hanya milik Yang Maha Kuasa, kita hanya dapat beriktiar untuk  sehat terhindari dari berbagai penyakit,” kata Direktur Utama PT Wafa Distributor Indonesia (WDI) Subari,S.Sos, selaku Stockis Olylife Medan, Rabu (30/8/2023).

Subari optimis Olylife Medan mampu menembus pasar Provinsi Sumatera Utara. Hal ini dapat dilihat tingginya kunjungan warga yang datang untuk merasakan langsung Olylife THZ Tera P-90 yang menggunakan teknologi elektomagnetik berdenyut (PEMF) yang dipadukan dengan teknologi gelombang Terahertz (THZ) yang saat ini lagi trending di dunia kesehatan.

Oleh karena itu, Subari mengajak masyarakat untuk bersama-sama memanfaatkan peluang uji coba gratis yang telah disiapkan setiap hari kerja mulai Senin-Minggu pada pukul 09-19 WIB. 

Cara penggunaan Olylife THZ Tera P-90 sangat gampang, yaitu bagun pagi dan sebelum tidur selama 30 menit dengan tingkat suhu 5 atau sesuai kebutuhan. 

“Untuk tahap awal cukup di suhu 5, setelah terbiasa disesuaikan dengan masing-masing kekuatan orangnya,” kata Subari, disela-sela uji coba perdana pembukaan PT WDI selaku STOKIS TUNGGAL Provinsi Sumatera Utara, di Jalan Gagak Hitam/Ringroad No: 117C, Kecamatan Medan Sunggal, Sabtu (26/8/2023) kepada sejumlah wartawan.

Namun tidak semua orang dapat menggunakan Olylife THZ Tera P-90, termasuk ibu hamil, wanita haid, demam, memakai ring jantung, memakai pen (patah tulang), pasca operasi. 

“Untuk yang kondisi seperti ini kita sarankan jangan digunakan,” pesan Subari.

Oleh karena itu, Subari mengajak seluruh masyarakat di Sumatera Utara yang berjiwa sehat untuk mencoba alat langsung dengan datang ke gedung Olylife di Jalan Gagak Hitam/ringroad No 117 C Medan, buka setiap hari Senin s/d Minggu. 

“Silahkan datang kita tunggu, gratis untuk uji coba langsung. Sisihkan waktu 30 menit rasakan manfaatnya,” pungkas Subari.

Olylife THZ Tera P-90 memiliki banyak manfaat dan sudah dibuktikan disejumlah negara. Jika dipergunakan secara rutin, Olylife THZ Tera P-90 dapat memperlancar peredaran darah serta mentralisir sehingga sangat bermanfaat bagi penderita stroke, diabetes, syarat terjepit, hingga obesitas. 

Reaksi menggunakan Olylife THZ Tera P-90 dapat langsung dirasakan. Kaki terasa hangat, bahkan membuat sipengguna mengeluarkan keringat seperti berolahraga. Oleh karena itu, Olylife THZ Tera P-90 layak untuk hadir di masing-masing keluarga karena dapat dimanfaatkan bersama-sama. 

“Investasi kesehatan lebih penting daripada yang lainnya,” pesannya. Seperti yang dikatakan salah seorang konsumen, Hayat (50). 

Hingga kini Hayat sudah dua kali memanfaatkan uji coba. Sejak sekali menggunakan, Hayat sudah merasakan kaki terasa ringan dan malam tidur pulas. 

Pada Rabu pagi, pria asal Rantau Parapat ini kembali berkunjung dan serasa hangat di kaki dan tubunya berkeringat.

Hal senada juga diungkapkan Ahmad Rizal,warga Medan Johor. Sejak dibuka, dia merasakan tubuhnya serasa ringan dan berkerigat.

 “Insyah Allah, sejak saya menggunakan Olylife badan saya terasa ringan dan aliran darah saya kembali lancar,” kata Rizal, yang akan kembali berkunjung. (red)

Share:

Dinkes Batu Bara Laksanakan Fogging Dalam Upaya Cegah Penyebaran DBD

 


BATU BARA - Perisainusantara.com

Dinas Kesehatan PPKB Kabupaten Batu Bara melaksanakan Fogging di sekitar tempat tinggal korban DBD , Guna mencegah penyebaran kasus DBD,

Kasus DBD ini kembali muncul tepatnya di Dusun lll Desa Pahang Kecamatan Talawi Kabupaten Batu Bara.

Hal ini dijelaskan, Plt Kadis Kesehatan PPKB Batu Bara dr Deni Syahputra, saat dikonfirmasi di kantornya, Rabu (30/08/2023).

“Iya betul, kemarin kita telah lakukan fogging bersama Puskesmas Labuhan Ruku, untuk mencegah penyebaran nyamuk Aedes Aegypti dan menghalau jentik-jentik nyamuk, serta sebagai respons tindakan kasus DBD yang terjadi di wilayah tersebut,” ungkap dr Deni.

Ditambahkan dr. Deni, tindakan fogging ini dilakukan setelah Puskesmas Labuhan Ruku menemukan seorang anak terdiagnosis DBD sejak 22 Agustus.

" Kami melakukan Fogging sekitar 42 rumah warga, pekarangan, saluran air/parit, area tempat usaha/warung, dan sekolah,” sebutnya.

Warga setempat mengucapkan terimakasih , dan memberikan apresiasi atas respons cepat dari petugas dalam menangani kasus DBD ini 

Dengan telah di lakukan tindakan fogging ini di harapkan dapat menekan perkembangan dan dapat menghalau nyamuk dan jentik-jentik yang menjadi penyebab penyakit DBD tersebut, ungkap warga.


Share:

Gubsu Instruksikan Kewaspadaan Dini, Adanya 11 Kasus Ginjal Akut pada Anak

Gubsu Intruksikan Kewaspadaan Dini, adanya 11 Kasus Gagal Ginjal Akut pada Anak

MEDAN – SUMUT - Perisainusantara.com

Gubernur Sumatera Utara Edy Rahmayadi mengintruksikan kepada Dinas Kesehatan Provinsi dan Pemkab/ Pemko se Sumut untuk melakukan kewaspadaan dini dan mengambil langkah yang cepat atas munculnya kasus 11 0rang usia 0 -18 tahun di Sumut yang mengalami Gagal Ginjal Akut (GGL).

Edy juga menginstruksikan kepada Dinas Kesehatan Sumut jeput bola dan kerjasama dengan tim kesehatan kabupaten kota dan melakukan edukasi" ujar Ilyas.

Gubsu juga menghimbau kepada masyarakat bila ditemukan gejala pada anak maka segera dibawa ke tempat fasilitas kesehatan terdekat jangan mengambil tindakan sendiri memberi obat yang tidak direkomendasi oleh tim kesehatan terdekat, terang Ilyas.

Terkait temuan kasus gagal ginjal akut (GGA) pada anak di Sumatera Utara (Sumut) saat ini, Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sumatera Utara (Sumut) melakukan berbagai tindakan penanganan, agar kasus gagal ginjal akut ini tidak bertambah dan meluas. Antara lain mengimbau seluruh kabupaten/kota di Sumut agar segera memberi perhatian khusus dan melakukan tindakan penanganan.

Demikian disampaikan Plt Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Kominfo) Sumut Ilyas Sitorus di kantornya, Jalan HM Said Nomor 27 Medan, Selasa (18/10). “Dari informasi yang kami terima dari Kadis Kesehatan Sumut drg. Ismail Nasution, kasus gagal ginjal akut ada 11 di Sumut, antara lain tujuh di Rumah Sakit Adam Malik dan empat di rumah sakit lain di Kota Medan. Dari jumlah tersebut, enam kasus meninggal dan satu selamat yaitu Cuci,” ujarnya.

Untuk penanganan kasus GGA tersebut, menurut Ilyas, Pemprov Sumut sudah melakukan berbagai tindakan. Di antaranya, sudah membuat Surat Edaran kepada 33 kabupaten/kota, agar Dinas Kesehatan Kabupaten/Kota berkoodinasi dengan Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD), Kantor Kesehatan Pelabuhan (KKP), Balai Teknik Kesehatan Lingkungan (BTKL), Laboratorium Kesehatan Daerah (Labkesda) dan instansi lainnya, agar melakukan kewaspadaan dini.

“Diharapkan juga kabupaten/kota melakukan edukasi kepada semua lapisan masyarakat terkait apa-apa saja tanda tanda dari GGA tersebut agar tidak terlambat penanganannya. Yaitu antara lain, tidak bisa buang air kecil atau sedikit dan sulit,” jelasnya.      

Selain itu, katanya, Dinas Kesehatan Provinsi Sumut juga akan melakukan juga penyelidikan epidemiologi ke rumah sakit dan ke masyarakat, di mana wilayah tempat tinggal si pasien tersebut.  drg. Ismail Nasution selalu Kadis Kesehatan Sumut sudah menganjurkan juga kepada Dinkes Kabupaten/Kota agar melakukan surveilance dan penyelidikan epidemiologi masyarakat.

“Imbauan Pak Gunernur Sumut Edy Rahmayadi agar jika ada anak yang sakit, segera bawa ke fasilitas pelayanan kesehatan, agar mendapat pelayanan medis secepatnya,” ucap Ilyas.

Data yang diperoleh dari Dinkes Sumut, kasus gangguan ginjal akut tidak hanya terjadi di Sumut, melainkan ditemukan di provinsi lain, bahkan di sejumlah negara di dunia. Di Indonesia, dilaporkan 155 kasus kumulatif di 18 Provinsi,  peningkatan sejak Juli sampai September,  dan tertinggi di September 2022 dengan jumlah kasus 78 orang dan paling banyak pada usia 1-5 tahun  sebanyak 75 org dari total kasus 155 org.

Penderita kebanyakan usia usia 0 -18 tahun (mayoritas balita), memiliki gejala demam atau infeksi lain. c. Didiagnosis gangguan ginjal akut yang belum diketahui etiologinya. Tidak mengalami kelainan ginjal sebelumnya atau penyakit ginjal kronik. Didapatkan tanda hiperinflamasi dan hiperkoagulasi.

Selain itu, ada kejadian awal 16 Oktober 2022 ada kasus kematian 70 orang anak di Gambia. Diduga dari obat yang mengandung diethylene glycol dan ethylene glycol. Dari 19 kasus Gambia, diperiksa PCR dan Metagenomik, tidak ditemukan patogen penyebab yang spesifik. Patogen yang paling banyak ditemukan dari 19 kasus tersebut adalah Human Parainfluenza Virus ( HPIV) 31,6 %, Adenovirus 15,8 %, Influenza A 15,8 %. Metagenomik squenzing ditemukan 40 % bakteri Leptospira santorasai.

Share:

Dirut PT PMH Ns.Halipah S.Kep, MH.Kes Team Pengendali Diklat PIDI Bagi Calon Dokter Pendamping Regional Barat Kemenkes


Jakarta, Perisainusantara.com|- 

Pelatihan Program Internsif Dokter Indonesia (PIDI ) bagi calon dokter  pendamping regional barat yang dilaksanakan di Hotel Grand Mercure Jalan Hayam Wuruk Jakarta Pusat pada Senin 2/10/2022.

Pelatihan yang difasilitasi oleh Kemenkes ini dibuka oleh Direktur Pendayagunaan Tenaga Kesehatan, Anna Kurniati SKM,MA,Ph.D dan dikuti oleh 210 orang  peserta, 50 orang peserta berasal dari rumah sakit dan 160 orang peserta berasal dari puskesmas.

Direktur Pendayagunaan Tenaga Kesehatan, Anna Kurniati, SKM, MA, Ph.D mengatakan " program ini untuk menjalankan amanah Undang Undang Republik Indonesia Nomor 20 tahun 2013 tentang Pendidikan Kedokteran, pada pasal 7 ayat 7, bahwa Program Profesi Dokter dan Profesi Dokter Gigi dilanjutkan dengan Program Internsip " ucapnya.

Pendamping  PIDI mempunyai tugas melakukan tata kelola PIDI di wahana mulai dari perencanaan, pelaksanaan, monitoring dan evaluasi guna meningkatkan pemandirian dan pemahiran peserta PIDI. Untuk mewujudkan pendamping PIDI yang berkualitas dan kompeten, diselenggarakan pelatihan pendamping PIDI sehingga para pendamping dapat menjalankan perannya secara optimal sebagai seorang fasilitator, role model, motivator, mentor dan evaluator bagi peserta PIDI.

Dan pengampuhan pelatihan ini oleh Kepala Balai Pelatihan Kesehatan (Bapelkes) Semarang Asep Zaenal Mustofa SKM, M.Epid, beliau mengatakan " kegiatan dengan metode luring ini mengundang para calon pendamping regional Barat sebanyak 206 orang dari 20 provinsi, sehingga pembagian ada 8  kelas yang di latih, dan setiap kelas didampingi satu orang pengendali diklat yang bertanggung jawab dalam mengendalikan proses pembelajaran selama kegiatan pembelajaran berlangsung " terang nya.

Ns Halipah SKep, MH.Kes selaku direktur utama PT Prima Medisina Hanacaraka (PMH), salah satu team pengendali Diklat kelas yang mendapat tugas dari Kepala Bapelkes Semarang dan bertanggung jawab memegang kelas H dengan 26 peserta dari berbagai daerah RS dan Puskesmas mengatakan " tugas yg di berikan selama enam (6) hari ini adalah suatu kepercayaan dan  hal yg sangat luar biasa di berikan oleh  ketua panitia dari tim Direktur 

Pendayagunaan Tenaga Kesehatan Kemenkes RI, terimakasih atas semua kepercayaan yang diberikan team panitia, team fasilitator dan pengendali yang kompak bersinergi, pengampuh Bapelkes Semarang..

hasil evaluasi  peserta. Fasilitator dan penyelanggara sangat memuaskan " pungkas Dirut PT PMH itu.


Penulis: Red

Share:

Jenis Operasi yang Ditanggung dan Tak Ditanggung BPJS Kesehatan


Jakarta - Perisainusantara.com, | BPJS Kesehatan memberikan berbagai macam layanan medis yang dapat dimanfaatkan masyarakat. Salah satu di antaranya yaitu layanan operasi yang ditanggung BPJS Kesehatan.
Meski demikian, layanan ini hanya berlaku untuk beberapa kategori saja. Jadi tidak semua jenis operasi dapat ditanggung oleh pihak BPJS Kesehatan.

Lantas jenis-jenis operasi apa saja yang dapat ditanggung oleh BPJS Kesehatan? Berikut daftar operasi yang ditanggung dan tidak ditanggung oleh BPJS Kesehatan.

Daftar jenis operasi yang ditanggung BPJS Kesehatan
Berdasarkan pedoman pelaksanaan Jaminan Kesehatan Nasional (JKN), yaitu Peraturan Menteri Kesehatan (PMK) No. 28 Tahun 2014, berikut operasi yang dilakukan sebagai tindakan pengobatan akan ditanggung oleh BPJS Kesehatan:

1. Operasi Jantung
2. Operasi Caesar
3. Operasi Kista
4. Operasi Miom
5. Operasi Tumor
6. Operasi Odontektomi
7. Operasi Bedah Mulut
8. Operasi Usus Buntu
9. Operasi Batu Empedu
10. Operasi Mata
11. Operasi Bedah Vaskuler
12. Operasi Amandel
13. Operasi Katarak
14. Operasi Hernia
15. Operasi Kanker
16. Operasi Kelenjar Getah Bening
17. Operasi Pencabutan Pen
18. Operasi Penggantian Sendi
      Lutut
19. Operasi Timektomi

Daftar jenis operasi yang tidak ditanggung BPJS Kesehatan

Banyak masyarakat yang tidak memahami kebijakan BPJS Kesehatan dan terlalu mengandalkan BPJS Kesehatan. Sehingga saat melakukan tindakan operasi, ternyata biayanya tidak ditanggung dan akhirnya pasien menjadi kesulitan dalam membayar biaya layanan kesehatannya.

Berikut beberapa operasi yang tidak akan ditanggung oleh BPJS Kesehatan, yaitu:
  1. Operasi Akibat Dampak Kecelakaan
  2. Operasi Kosmetika atau Estetika (operasi yang bersifat tidak membahayakan kesehatan)
  3. Operasi Akibat Melukai Diri Sendiri (operasi akibat tindakan ketidaktelitian atau kecerobohan yang mengakibatkan luka)
  4. Operasi pada Rumah Sakit Luar Negeri (operasi yang dilakukan di luar jangkauan BPJS Kesehatan)
  5. Operasi yang Tidak Sesuai dengan Prosedur BPJS Kesehatan (operasi yang tidak menyelesaikan prosedur pengajuan yang sesuai).

Prosedur pengajuan operasi menggunakan layanan BPJS Kesehatan

Selain itu untuk mendapatkan perlindungan penuh, peserta perlu mengikuti prosedur yang berlaku. Jika telah dilakukan sesuai prosedur yang berlaku, maka BPJS Kesehatan akan menanggung seluruh biaya tindakan operasi serta perawatan yang dijalankan.

Pertama, pasien diminta untuk berobat pada faskes (puskesmas atau klinik) yang telah disetujui oleh BPJS Kesehatan. 
Kedua, jika diperlukan tindakan operasi, maka pasien akan diberi surat rujukan ke rumah sakit.

Ketiga, dokter rumah sakit akan memeriksa pasien terkait dan mengatur jadwal operasi (apabila pasien dalam keadaan gawat darurat, maka akan dilakukan penanganan langsung).

Untuk proses operasi, dibutuhkan 3 syarat sebagai berikut:
  1. Kartu BPJS Kesehatan atau Kartu Indonesia Sehat (KIS).
  2. Surat rujukan dari Puskesmas/Faskes tingkat pertama.
  3. Kartu pasien yang didapatkan dari rumah sakit setelah pasien melakukan pendaftaran.

Itu dia daftar operasi yang ditanggung BPJS Kesehatan serta prosedur yang dibutuhkan untuk operasi pakai BPJS Kesehatan. (***)



 
Share:

PMR SMK N 2 KISARAN BEKERJASAMA DENGAN PMI MELAKUKAN KEGIATAN DONOR DARAH

 


ASAHAN, PERISAINUSANTARA.COM|-

SALAM KEMANUSIAN (SIAMO)

Alhamdulillah telah dilaksanakan kegiatan KEMANUASIAN (SIAMO) di SMK Negeri 2 Kisaran pada hari selasa tanggal 24 mei 2022 berupa donor darah yang pertama kali diadakan SMK Negeri 2 Kisaran mulai dari jam 08. 00 wib sampai dengan selesai.

Sekolah SMK Negeri 2 Kisaran dihadiri oleh petugas dari PMI Kabupaten Asahan dan pihak sekolah smk negeri 2 kisaran dan para guru, siswa/siswi smk negeri 2 kisaran.


Panitia dari anggota PMR SMK Negeri 2 Kisaran sangat bersemangat atas terlaksananya kegiatan kemanusian donor darah serta menjadi pendonor darah mereka mengatakan sangat teredukasi sekali serta akan menjadi agenda rutin PMR SMK Negeri 2 Kisaran. 

Sebelumnya panitia mengadakan sosialisasi kepada warga SMK Negeri 2 Kisaran menjelaskan apa saja manfaat atas donor darah dibantu oleh PMI Kabupaten Asahan, sebagai pembicara yang sangat baik dan bersahaja tentang manfaat donor darah.

AKHYAR FUADI, S. Pd, S. Kom dan PRAJA selaku Pembina dan Pelatih PMR SMK Negeri 2 Kisaran sangat bersemangat dan bangga terhadap panitia anggota PMR SMK Negeri 2 Kisaran yang telah mengadakan donor darah. Pembina juga berharap ke depannya akan terus mendukung kegiatan donor darah di sekolah SMK Negeri 2 Kisaran, karena membuat para siswa dan siswi SMK Negeri 2 Kisaran peduli pada kemanusian dan mau mendonorkan darahnya. Saya juga berharap ke depannya akan lebih banyak lagi yang teredukasi dan peduli akan kemanusaian di SMK Negeri 2 Kisaran.


Alhamdulillah Pembina PMR SMK Negeri 2 Kisaran berkata bahwa sekolah SMK Negeri 2 Kisaran adalah sekolah ke 4 yang mengadakan donor darah di sekolah Pembina PMR mendapat informasi langsung dari PMI Kabupaten Asahan.

Lebih bersyukur lagi mendapat informasi dari PMI Kabupaten Asahan bahwa sekolah SMK Negeri 2 Kisaran memecah rekor terbanyak pendonornya sampai 21 orang itu termasuk guru dan siswa/siswi SMK Negeri 2 Kisaran serta mendapatkan kantong darah sebanyak 21 kantong darah.

PMI Kabupaten Asahan terkejut dan mengapresiasi bahwa sekolah SMK Negeri 2 Kisaran memecahkan rekor terbanyak pendonornya darahnya serta PMI Kabupaten Asahan mengucapkan terima kasih kepada SMK Negeri 2 Kisaran serta siap membantu Kembali kedepan harinya.


PMI Kabupaten Asahan mengucapkan juga kepada kepala sekolah, guru – guru beserta para panitia anggota PMR SMK Negeri 2 Kisaran.

Sulistio, S. Pd selaku kepala SMK Negeri 2 Kisaran mengatakan "saya selalu mendukung kegiatan donor darah yang dilakukan PMR dan PMI, saya juga berharap ke depannya SMK Negeri 2 Kisaran dapat melakukan kegiatan seperti ini secara berkala. Selain untuk kesehatan, semoga darah yang di donorkan dapat membantu orang lain yang membutuhkan".

"Terima kasih kepada para petugas PMI Kabupaten Asahan, Pembina PMR, pelatih serta anggota PMR SMK Negeri 2 Kisaran atas kegitan yang bermanfaat untuk kemanusian". Tutup kepala SMK N 2 Kisaran. 

Tutup anggota PMR "Kami anggota PMR SMK Negeri 2 Kisaran Tidak sanggup menyumbangkan uang Tapi kami sanggup menyumbangkan darah SALAM KEMANUSAIAN (SIAMO)". *Red

Nara Sumber: Akhyar

Share:

PEMKAB BATU BARA JALIN KERJASAMA DENGAN UNPRI


Batu bara, Perisainusantara.com|
- Pemerintah Kabupaten Batu Bara menjalin kerjasama (MoU) dengan Universitas Prima (Unpri). Kerjasama ini bertujuan untuk meningkatkan mutu pendidikan dan memberikan pelayanan kesehatan kepada masyarakat di kabupaten Batu bara. 


Penandatanganan kerjasama ini dilakukan oleh Bupati Batu Bara, Ir. H. Zahir, M.AP, dan Rektor Unpri, Prof. Dr. Chrismis Novalinda Ginting, M.Kes, yang digelar di Aula Mini Rumah Dinas Bupati, Kecamatan Sei Suka, Kabupaten Batu Bara, Selasa (05/04/2022).

Kerjasama Pemerintah Kabupaten Batu Bara dengan Unpri sebagai bagian dari misi Bupati Batu Bara Ir. H. Zahir, M.AP dalam meningkatkan kolaborasi industri, lembaga pendidikan, dan pemerintah Kabupaten Batu Bara.

Melalui penandatangan MOU ini merupakan bagian dari setiap langkah pemerintah kabupaten Batu bara dalam mewujudkan misi bupati zahir dalam sisa masa jabatannya. *Sy
Share:

TIM PROMAG MELAKUKAN GERAKAN BERSIH MASJID MENJELANG RAMADHAN


Pematangsiantar, Perisainusantara.com|-
Dalam menyambut ramadhan, tim Promag melakukan Gerakan Bersih Masjid/Promag Germas Ramadhan. Kamis (31/03/2022). 

Sebagai wujud kepedulian terhadap kesehatan dan kebersihan serta kenyamanan umat muslim ketika melaksanakan ibadah sholat tarawih di bulan Ramadhan. Promag Germas Ramadhan melakukan bersih-bersih masjid di wilayah pematangsiantar dan sekitarnya. 

Pada pelaksanaan Promag Germas Ramadhan hari ini, Ahmad Bahri selaku perwakilan tim promag menuturkan "bahwa kegiatan hari ini dapat terlaksana dengan baik berkat bantuan dari teman-teman Remaja Masjid Al Fajri dan masyarakat sekitar".

Lanjut bahri "dengan semangat dan kerjasama yang baik, tim promag berhasil membersihkan sebanyak 7 masjid. Ketujuh masjid tersebut adalah Masjid Al Mukhlisin- Simp. Dolok Merangir, Masjid Al Mahmudiyah-Beringin, Masjid Jamik Jl. Medan, Masjid Jamik Al Fajri, Masjid Lillah Billah-Karangsari, Masjid Dakwah-Jl. Jawa, Masjid Asy Syafaat-Jl. SM Raja".

"Kegiatan Germas ini bertujuan ketika menyambut bulan suci ramadhan, Promag mengajak masyarakat utk  menciptakan budaya masjid bersih, supaya beribadah lebih nyaman" Tutur ahmad bahri. 

"Bahkan kegiatan yang dilakukan tidak hanya membersihkan masjid saja, tetapi tim promag juga melangkapi kegiatan dengan melakukan penyemprotan desinfektan diarea masjid" Tutup ahmad bahri saat diwawancarai awak media perisai nusantara. *AB

Share:

Penanganan Medis bagi anggota BPJS Ketenagakerjaan Bukan Penerima Upah ( BPU )

Bara Bara, Sumut, Perisainusantara.com| Penanganan secara Medis yang di lakukan kepada salah seorang peserta BPJS Ketenagakerjaan atas nama Ibu Komariah Nasution yang mengalami cidera luka pada bagian kaki kanan akibat terjatuh dari sepeda motor yang di kendarai pada saat berjualan keliling.

Ibu komariah adalah salah seorang peserta yang terdaftar sebagai peserta BPJS Ketenagakerjaan Bukan Penerima Upah (BPU), Ibu Komariah terdaftar sebagai peserta BPJS Ketenagakerjaan dengan mengikuti program Jaminan Kecelakaan Kerja (JKK), Jaminan kematian (JKM) dan Jaminan Hari Tua (JHT) dengan mengikuti program ini maka segala aktivitas maupun kegiatan kerja ibu Komariah pada saat terjadi musibah kecelakaan kerja akan mendapatkan fasilitas pengobatan secara gratis dari BPJS Ketenagakerjaan dengan syarat kita harus memperhatikan prosedur aturan yang di tetapkan oleh Pihak Managemen BPJS Ketenagakerjaan.

Kecelakaan kerja yang dialami oleh Ibu Komariah terjadi pada hari sabtu tanggal 26 maret 2022 dan langsung mendapatkan pelayanan Medis di Klinik Suwandy yg beralamat  di Jalan Lintas Sumatera, Desa Simpang Kopi, Kecamatan Sei Suka, Kabupaten Batu Bara tepatnya di depan SPBU simpang Bandar Tinggi dan Ibu Komariah selaku peserta BPJS Ketenagakerjaan bukan Penerima Upah (BPU)  di tangani langsung oleh dr.Fery dibantu dengan para tenaga medis yang ada di Klinik Swandi.

Saat di hubungi awak media melalui telpon selular Saudara Syahril mengatakan " Pelayanan yang di lakukan oleh Pihak Medis Klinik Suwandy sangat baik sekali dengan langsung merespon dan langsung menangani  korban kecelakaan  kerja bagi kepesertaan BPJS Ketenagakerjaan Bukan Penerima Upah (BPU) maupun peserta Penerima Upah (PU) hal ini di sampaikan oleh salah seorang pengurus dan penyelenggara di lapangan sekaligus perpanjangan tangan dari BPJS Ketenagakerjaan (PERISAI BPJS Ketenagakerjaan) dan saya sendiri (Syahril) juga selaku awak Media PERISAI NUSANTARA sangat mengapresiasi  kinerja Tim Medis Klinik Suwandy atas pelayanan bagi pasien peserta BPJS Ketenagakerjaan ". 

Syahril juga menghimbau kepada seluruh masyarakat yang ada di Kabupaten Batu Bara, bagi masyarakat yang mempunyai aktivitas kerja seperti pedagang, Buruh bongkar Muat, pekerja serabutan, tukang ojek, tukang becak juga buruh harian lepas dan masih banyak lagi bidang kerja yg sifatnya mandiri agar dapat mengikuti program Jaminan Kecelakaan Kerja (JKK), Jaminan Kematian (JKM) dan Jaminan Hari Tua (JHT) hal ini bertujuan untuk melindungi diri peserta apabila terjadi musibah kecelakaan kerja maupun musibah Kematian.

Musibah kecelakaan maupun kematian kita semua tidak ada yang menginginkanya atau kita tidak tau kapan musibah itu datang menghampiri kita dan untuk peserta yang sudah terdaftar menjadi peserta BPJS Ketenagakerjaan bila mengalami musibah meninggal dunia maka BPJS Ketenagakerjaan akan memberi santunan berupa uang senilai Rp. 42.000.000,- (Empat Puluh Dua Juta Rupiah) dan apabila sudah menjadi peserta selama 3 tahun peserta meninggal dunia maka selain bantuan uang juga ahli musibah akan menerima bantuan berupa bea siswa untuk anak-anak yang di tinggalkan dan untuk penjelasan lebih lanjut mengenai BPJS Ketenagakerjaan dengan program Jaminan Kecelakaan Kerja (JKK), Jaminan Kematian (JKM)  dan jaminan Hari Tua (JHT) dapat berkordinasi langsung dengan saudara Muhammad Yusri (085247953494) dan dengan saya sendiri Syahril (081297430642) pungkasnya.  (Syahyunan)

Share:

Artikel

Label

Budaya (19) Kesehatan (22) Organisasi (338) Pemerintahan (419) Pendidikan (159) Polri/TNI (6) Sumatera Utara (29) ekonomi (3) politik (151) sosial (110)

Arsip Blog

FOUNDER’S MEDIA SIBER BATU BARA



 


Strategi Inalum Perluas Pangsa Pasar Aluminium Global

 


Mengenal Tiga Jenis Produk Aluminium dari INALUM

 


Tentang Inalum