-->
https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEi0EAIKwCOewMUoWNW47WuQuK72ih6QOPHJMRnpU7DCntRrpBQYD0o5Au6P11bCxnpJNDyOsxBp3IdFHzFFSPAhWzvyrKdEvmE6apWlbXqIYFWABnyl7NEMlrMlUwM4NCgpGmaNl5NRvf2UlfxXkv1HMk7-eaoiksbqMkaflEi0HsdjsFR5l1RhIhyphenhyphenOdiE/s16000/05e2cdf2-5f47-4771-880d-c7f1667e3450.jpeg

Tingkatkan Standar Pelayanan Pekerja, INALUM Luncurkan Bus Baru untuk Pegawai

Kuala Tanjung, perisainusantara.com |INALUM melaksanakan Pelepasan Perdana Bus Baru sebagai wujud komitmen perusahaan dalam meningkatkan kualitas sarana transportasi bagi para pekerja. 

Sebagai bentuk komitmen Inalum dalam meningkatkan kualitas sarana transportasi karyawannya.

Melalui armada baru ini, INALUM menghadirkan perjalanan yang lebih aman dan nyaman bagi para karyawan Inalum. Kuala Tanjung, 02/02/2026.

Inalum Tingkatkan Kenyamanan bagi Karyawan maupun driver Bus, dengan hadirnya Bus baru ini pastinya  menjadi semangat baru pula dalam bekerja. Langkah ini menjadi bagian dari upaya menciptakan lingkungan kerja yang lebih nyaman dan mendukung aktivitas harian karyawan.

Sebanyak 33 unit bus baru suap dioperasikan untuk melayani operasional di lokasi kerja INALUM Smelter Plant (ISP) dan INALUM Power Plant (IPP). Melalui armada baru ini, INALUM berkomitmen menghadirkan perjalanan yang lebih aman dan nyaman bagi para pekerja.

Dalam pelepasan bus baru ini dilepas langsung oleh Direktur Utama PT Indonesia Asahan Aluminium (Inalum) adalah Melati Sarnita. Kegiatan pelepasan Bus baru Inalum berjalan lancar.

(Red)

Share:

Inalum dan PT. Pelabuhan Tanjung Priok bertukar perspektif terkait standar penanganan kargo yang aman dan efektif


Kuala Tanjung, perisainusantara.com |Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) bukan sekadar prosedur, penerapannya di lapangan adalah fondasi efisiensi. Inalum Penerapan Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) di lapangan menjadi fondasi penting dalam menciptakan efisiensi operasional, sehingga mendorong PT Pelabuhan Tanjung Priok untuk bertukar perspektif terkait standar penanganan kargo yang aman dan efektif. Batu Bara, 09/02/2026.

Kunjungan benchmarking strategis ini bertujuan mengoptimalkan layanan kargo di Terminal Kijing guna mendukung hilirisasi aluminium nasional.

“Fokus inilah yang membawa rekan-rekan dari PT Pelabuhan Tanjung Priok hadir untuk bertukar perspektif mengenai standar penanganan kargo yang aman dan efektif,” Kunjungan benchmarking strategis ini bertujuan mengoptimalkan layanan kargo di Terminal Kijing guna mendukung hilirisasi aluminium nasional. Ujar Direktur Operasional PT Inalum Ivan Emirsyam saat kunjungan PT. Pelabuhan Tanjung Priok.

Memastikan setiap ton kargo alumina tertangani dengan tepat memerlukan pengamatan mendalam. Mulai dari mekanisasi peralatan hingga efektivitas alur operasional, setiap detail di lapangan berperan penting dalam menjaga kelancaran rantai pasok industri.

Kolaborasi ini menjadi wujud nyata penyelarasan standar operasional pelabuhan, khususnya penanganan kargo alumina yang efektif dan berkelanjutan. 

(Red.)

Share:

INALUM Perkuat Hilirisasi Aluminium Nasional melalui Pengembangan Terintegrasi Bauksit–Alumina–Aluminium di Mempawah

Jakarta, perisainusantara.com |PT Indonesia Asahan Aluminium (INALUM) secara resmi melakukan groundbreaking Fasilitas Pengolahan dan Pemurnian bauksit–alumina–aluminium pada 6 Februari 2026 di Kabupaten Mempawah, Kalimantan Barat. Proyek ini menandai langkah strategis INALUM bersama Grup MIND ID dalam mendukung kebijakan hilirisasi mineral nasional sebagaimana diamanatkan dalam Undang-Undang Nomor 3 Tahun 2020 tentang Pertambangan Mineral dan Batubara, serta sejalan dengan arah kebijakan Asta Cita Presiden Prabowo yang menempatkan hilirisasi sebagai pilar utama penguatan industri nasional. Jakarta, 10 Februari 2026

Direktur Utama INALUM, Melati Sarnita, menyebut bahwa hilirisasi ini akan membuat Indonesia memiliki posisi tawar yang lebih baik dalam komoditas strategis, khususnya aluminium. Ia berharap swasembada aluminium pada tahun 2030 dapat tercapai.

“Hilirisasi bauksit menjadi aluminium merupakan agenda strategis nasional untuk memperkuat kemandirian sektor industri Indonesia. Percepatan pembangunan smelter dan refinery menjadi upaya untuk menekan ketergantungan impor, meningkatkan daya saing, serta membangun rantai pasok aluminium yang terintegrasi dari hulu hingga hilir yang memberikan pertumbuhan ekonomi bagi Indonesia,” ujar Melati.

Fasilitas Pengolahan dan Pemurnian bauksit–alumina–aluminium di Mempawah ini terdiri dari Smelter Grade Alumina Refinery (SGAR) Fase 2 dan Smelter Aluminium. Dibangun di area yang sama dengan SGAR Fase 1 yang berkapasitas 1 juta ton alumina per tahun, SGAR Fase 2 yang juga dikelola oleh PT Borneo Alumina Indonesia, anak perusahaan PT Indonesia Asahan Aluminium dan PT Aneka Tambang Tbk (ANTAM), memiliki kapasitas produksi 1 juta ton alumina per tahun.

Dengan demikian, kapasitas produksi alumina domestik akan meningkat menjadi 2 juta ton per tahun, dengan penyerapan bijih bauksit sebesar 6 juta ton per tahun yang dipasok dari seluruh area Izin Usaha Pertambangan PT Aneka Tambang Tbk di Kabupaten Mempawah dan Kabupaten Landak, Kalimantan Barat. Sementara itu, pasokan listrik untuk Smelter Aluminium kedua akan diperoleh dari PT Bukit Asam Tbk.

Pembangunan Smelter Aluminium Mempawah nantinya akan memiliki kapasitas produksi sebesar 600.000 ton per tahun, dengan seluruh produksinya diprioritaskan untuk memenuhi kebutuhan aluminium domestik. Dengan menggabungkan produksi aluminium dari Smelter INALUM di Kuala Tanjung, Kabupaten Batu Bara, total kapasitas produksi aluminium INALUM akan mencapai sekitar 900 ribu ton per tahun.

Pembangunan dan pengoperasian Fasilitas Pengolahan dan Peleburan Aluminium Terpadu ini merupakan bagian dari Program Strategis Nasional, dengan total nilai investasi sebesar Rp104,55 triliun atau setara dengan USD 6,23 miliar. Proyek ini berperan strategis dalam memperkuat ketahanan pasokan bahan baku industri aluminium nasional, mengurangi ketergantungan impor, serta meningkatkan posisi Indonesia dalam rantai pasok aluminium global.

Tak hanya itu, dampak berganda (multiplier effect) dari proyek ini diharapkan dapat meningkatkan output ekonomi domestik secara signifikan. Diperkirakan akan terjadi peningkatan Produk Domestik Bruto (PDB) sekitar Rp71,8 triliun per tahun serta peningkatan penerimaan negara hingga sekitar Rp6,6 triliun per tahun. Selain itu, fasilitas terpadu ini juga berpotensi menyerap sekitar 65.000 tenaga kerja, baik secara langsung maupun tidak langsung, mulai dari tahap konstruksi hingga operasional serta sektor pendukung.

Groundbreaking fasilitas bauksit–alumina–aluminium di Mempawah ini menegaskan komitmen INALUM dan Grup MIND ID dalam mengakselerasi hilirisasi mineral nasional secara berkelanjutan. Melalui sinergi antar korporasi dalam negeri, dukungan kebijakan pemerintah, serta penguatan rantai pasok dari hulu hingga hilir, INALUM optimistis pembangunan ekosistem aluminium nasional yang mandiri, berdaya saing global, dan memberikan nilai tambah bagi perekonomian Indonesia dapat terwujud secara nyata dalam jangka panjang.

(red)

Share:

Danantara Indonesia Mulai Enam Proyek Hilirisasi Fase I dengan Investasi US$ 7 Miliar

Danantara Indonesia Mulai Enam Proyek Hilirisasi Fase I dengan Investasi US$ 7 Miliar



Jakarta – Perisainusantara.com

Badan Pengelola Investasi (BPI) Danantara Indonesia secara bersamaan memulai pembangunan enam proyek hilirisasi fase I yang tersebar di 13 titik di berbagai daerah di Indonesia, Jumat (6/2/2026). Total nilai investasi dari proyek strategis nasional tersebut mencapai sekitar US$ 7 miliar.

Inisiatif ini menjadi bagian dari langkah percepatan transformasi ekonomi nasional yang bertujuan memperkuat sektor riil, meningkatkan nilai tambah industri dalam negeri, membuka lapangan kerja, serta mendorong pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan. Secara keseluruhan, proyek-proyek hilirisasi tersebut diperkirakan mampu menyerap lebih dari 6.000 tenaga kerja langsung.

Pelaksanaan groundbreaking serentak ini menandai dimulainya realisasi proyek prioritas hilirisasi fase I yang dikelola secara terintegrasi lintas sektor, meliputi sektor energi, pangan, mineral, dan logam. Program ini diharapkan menjadi fondasi penguatan struktur industri nasional sekaligus mengurangi ketergantungan Indonesia terhadap impor secara bertahap.

CEO Danantara Indonesia, Rosan Roeslani, menegaskan bahwa hilirisasi merupakan agenda strategis nasional yang menjadi prioritas Presiden Republik Indonesia, sekaligus fokus utama Danantara Indonesia dalam mendorong transformasi ekonomi.

Rosan menyampaikan bahwa pada tahap awal, proyek-proyek hilirisasi ini diharapkan memberikan dampak nyata bagi perekonomian nasional, baik melalui peningkatan nilai tambah industri maupun penciptaan lapangan kerja. Ke depan, hilirisasi diyakini akan menjadi tulang punggung pertumbuhan ekonomi yang lebih kuat, berkelanjutan, dan berdaya saing global.

“Dengan kolaborasi yang solid antara pemerintah, BUMN, dan mitra strategis, hilirisasi akan menjadi fondasi penting untuk memperkuat kemandirian industri serta membawa Indonesia menuju ekonomi bernilai tambah tinggi,” ujarnya.

Salah satu proyek yang diresmikan adalah pembangunan fasilitas pengolahan dan pemurnian bauksit hingga aluminium yang dikelola MIND ID bersama anak usahanya, INALUM dan ANTAM, di Kabupaten Mempawah, Kalimantan Barat.

Fasilitas tersebut mencakup pembangunan smelter aluminium baru berkapasitas 600.000 metrik ton per tahun, serta Smelter Grade Alumina Refinery (SGAR) Fase II dengan kapasitas produksi 1 juta metrik ton alumina per tahun.

Proyek ini ditujukan untuk memperkuat ketahanan mineral nasional sekaligus memastikan ketersediaan bahan baku bagi industri manufaktur dalam negeri, sebagai bagian dari penguatan rantai nilai industri nasional.

Melalui proyek strategis ini, MIND ID mendorong peningkatan nilai tambah hingga 70 kali lipat, dari bauksit mentah menjadi alumina dan aluminium. Nilai bauksit yang sebelumnya berada di kisaran US$ 40 per metrik ton meningkat menjadi sekitar US$ 400 per metrik ton setelah diolah menjadi alumina, dan melonjak hingga US$ 2.800–US$ 3.000 per metrik ton ketika diproses menjadi aluminium.

Direktur Utama MIND ID, Maroef Sjamsoeddin, menyampaikan bahwa keberadaan proyek ini akan memperkuat kapasitas produksi aluminium nasional sekaligus menekan ketergantungan terhadap impor.

Menurutnya, saat smelter aluminium baru mulai beroperasi, cadangan devisa nasional diperkirakan meningkat hingga 394 persen, dari Rp11 triliun menjadi Rp52 triliun per tahun. Selain itu, industri manufaktur domestik akan memperoleh kepastian pasokan bahan baku dari dalam negeri.

“Proyek ini merupakan wujud kontribusi Grup MIND ID dalam menciptakan nilai tambah di dalam negeri, memperkuat perekonomian nasional, serta menjaga kedaulatan negara di sektor mineral demi masa depan Indonesia,” ujar Maroef.

Peresmian proyek tersebut turut dihadiri Gubernur Kalimantan Barat, Anggota DPR RI Komisi XII, Bupati Mempawah, Raja Mempawah XIV, Dewan Adat Dayak, serta jajaran direksi dan komisaris MIND ID, ANTAM, Bukit Asam, INALUM, dan PT Borneo Alumina Indonesia.

Pelaksanaan proyek hilirisasi ini sejalan dengan arahan Presiden Republik Indonesia untuk mempercepat transformasi ekonomi nasional melalui penguatan sektor riil, optimalisasi nilai tambah sumber daya domestik, serta pembangunan industri yang berdaya saing dan berkelanjutan. Danantara Indonesia bersama BUMN berkomitmen memastikan seluruh proyek prioritas direalisasikan tepat waktu dan memberikan dampak ekonomi nyata bagi masyarakat.

(red)


Share:

Lolos Fit and Proper Test, Dedi Hardianto Ditetapkan sebagai Anggota Dewan Pengawas BPJS Ketenagakerjaan

JAKARTA - Perisainusantara.com | Dedi Hardianto, seorang tokoh dari Konfederasi Serikat Buruh Seluruh Indonesia (KSBSI), resmi lulus dalam uji kelayakan dan kepatutan Dewan Pengawas BPJS Ketenagakerjaan. Uji ini diselenggarakan oleh Komisi IX DPR RI dan berlangsung di Gedung Parlemen Senayan, Jakarta.

Pada hari Rabu, 4 Februari 2026, Komisi IX mengumumkan bahwa Dedi Hardianto bersama Ujang Romli terpilih sebagai perwakilan dari unsur pekerja. Pengumuman tersebut menjadi bagian dari hasil seleksi untuk calon anggota Dewan Pengawas BPJS Ketenagakerjaan dan BPJS Kesehatan yang dilaksanakan mulai 2 Februari 2026.

Komisi IX sebelumnya telah menerima daftar kandidat dari Presiden, yang terdiri dari masing-masing 10 calon untuk Dewan Pengawas BPJS Ketenagakerjaan dan BPJS Kesehatan dari berbagai unsur, termasuk pekerja, pemberi kerja, serta tokoh masyarakat. Berdasarkan seleksi tersebut, lima anggota Dewan Pengawas untuk BPJS Ketenagakerjaan kemudian diputuskan, mencakup dua perwakilan pekerja, dua dari pemberi kerja, dan satu dari kalangan tokoh masyarakat.

Berikut adalah susunan lengkap Dewan Pengawas BPJS Ketenagakerjaan yang akan menjabat untuk periode 2026-2031: 

1.Dedi Hardianto (Unsur Pekerja) 

2. Ujang Romli (Unsur Pekerja) 

3. Sumarjono Saragih (Unsur Pemberi Kerja) 

4. Abdurrackhman Lahabato (Unsur Pemberi Kerja) 

5. Alif Noeriyanto Rahman (Unsur Tokoh Masyarakat). 

(Kata Buruh)



Share:

Satlantas Polres Batu Bara Laksanakan Patroli Kibas Bendera, Antisipasi Kecelakaan dan Kemacetan

Satlantas Polres Batu Bara Laksanakan Patroli Kibas Bendera, Antisipasi Kecelakaan dan Kemacetan



BATU BARA – Perisainusantara.com

Guna menjaga keamanan, keselamatan, ketertiban, dan kelancaran lalu lintas, Satuan Lalu Lintas (Satlantas) Polres Batu Bara, Polda Sumatera Utara, menggelar patroli preventif bertajuk Patroli Kibas Bendera sekaligus pemantauan arus lalu lintas melalui dokumentasi video, Minggu (1/2/2026).

Kegiatan patroli yang dimulai sekitar pukul 16.00 WIB tersebut dilaksanakan di sejumlah titik wilayah hukum Polres Batu Bara yang dinilai memiliki potensi kerawanan.

Patroli ini merupakan bagian dari pelaksanaan program Kapolri dengan tujuan meningkatkan kehadiran personel kepolisian di lapangan, sekaligus memberikan edukasi dan imbauan kepada para pengguna jalan agar senantiasa tertib dan mematuhi peraturan lalu lintas.

Selain sebagai upaya pencegahan kecelakaan lalu lintas, kegiatan ini juga diarahkan untuk menekan potensi kemacetan serta mencegah terjadinya tindak kejahatan jalanan.

Adapun lokasi patroli meliputi beberapa ruas Jalan Lintas Sumatera (Jalinsum), antara lain Jalinsum Indrapura, Jalinsum Lima Puluh, dan Jalinsum Sei Bejangkar, yang selama ini dikenal sebagai kawasan rawan laka dan kepadatan kendaraan.

Pelaksanaan patroli dilakukan oleh personel Satlantas Polres Batu Bara dengan mengedepankan pendekatan humanis dan persuasif kepada masyarakat pengguna jalan.

Selama kegiatan berlangsung, situasi lalu lintas terpantau aman, lancar, dan kondusif tanpa ditemukan hambatan yang berarti. Patroli ini berada di bawah kendali Kasat Lantas Polres Batu Bara, AKP Simon E. Simatupang, S.H., M.H., sebagai wujud komitmen Polres Batu Bara dalam meningkatkan keselamatan dan ketertiban berlalu lintas di wilayah hukumnya.

(wls)


Share:

Polres Batu Bara Laksanakan Pengawalan Tahanan Sidang di PN Kisaran

Polres Batu Bara Laksanakan Pengawalan Tahanan Sidang di PN Kisaran



Batu Bara – Perisainusantara.com

Personel Polres Batu Bara melaksanakan tugas pengawalan dan pengamanan tahanan yang menjalani proses persidangan di Pengadilan Negeri Kisaran, Selasa (27/1/2026). Kegiatan ini dilakukan guna memastikan jalannya persidangan berlangsung aman, tertib, dan kondusif.

Pengamanan dimulai sejak pukul 09.00 WIB hingga seluruh rangkaian persidangan selesai. Sejumlah personel diterjunkan dalam kegiatan tersebut, yakni AIPDA Endra, AIPDA Helmi, AIPDA Makruf, AIPDA Eva, BRIGPOL Friska, serta BRIPDA Dio.

Dalam pelaksanaan tugas, personel Polres Batu Bara mengamankan sebanyak 39 orang tahanan yang akan menjalani persidangan, terdiri dari 37 tahanan laki-laki dan 2 tahanan perempuan.

Kasat Samapta Polres Batu Bara, AKP Freddy Saragi, S.H., menyampaikan bahwa pengawalan dan pengamanan ini merupakan bagian dari tugas rutin kepolisian untuk menjamin keamanan selama proses persidangan berlangsung, baik bagi aparat penegak hukum, para terdakwa, maupun masyarakat yang berada di lingkungan pengadilan.

“Hingga kegiatan berakhir, situasi di Pengadilan Negeri Kisaran terpantau dalam keadaan aman, tertib, dan kondusif, ” Dengan adanya pengamanan tersebut, diharapkan seluruh rangkaian persidangan dapat berjalan lancar tanpa adanya gangguan keamanan, ujarnya mengakhiri.

(wellas)

Share:

RDP Plasma 20 Persen Perkebunan di Batu Bara Kembali Tertunda, PD IWO Dorong Pembentukan Pansus

RDP Plasma 20 Persen Perkebunan di Batu Bara Kembali Tertunda, PD IWO Dorong Pembentukan Pansus



Batu Bara – Perisainusantara.com

Rapat Dengar Pendapat (RDP) mengenai kewajiban perusahaan perkebunan menyediakan kebun plasma seluas 20 persen dari total Hak Guna Usaha (HGU) di Kabupaten Batu Bara kembali ditunda.

Penundaan tersebut disampaikan Ketua Komisi I DPRD Kabupaten Batu Bara, H. Darius, pada Senin (26/1/2026). Ia menyebutkan, RDP yang semula dijadwalkan pada hari yang sama harus dijadwalkan ulang dan direncanakan digelar pada pekan berikutnya.

“RDP yang telah disepakati bersama terpaksa kita tunda sementara karena beberapa fraksi harus menjalankan tugas lain yang tidak dapat ditinggalkan,” ujar Darius.

Selain faktor internal DPRD, Darius juga menyesalkan minimnya kehadiran pihak perusahaan yang diundang dalam RDP tersebut. Berdasarkan daftar hadir, sejumlah perusahaan tidak datang tanpa memberikan konfirmasi maupun alasan yang jelas.

“Banyak perusahaan yang diundang tidak hadir dan tidak menyampaikan pemberitahuan apa pun,” katanya.

Meski demikian, Darius menegaskan bahwa pelaksanaan RDP lanjutan tetap akan dilakukan, terlepas dari ada atau tidaknya kehadiran perwakilan perusahaan. “RDP tetap akan kita laksanakan, mau perusahaan hadir atau tidak,” tegasnya.

Sementara itu, Ketua Pengurus Daerah Ikatan Wartawan Online (PD IWO) Kabupaten Batu Bara, Darmansyah, mendesak Komisi I DPRD Batu Bara bersama seluruh fraksi agar segera membentuk Panitia Khusus (Pansus) guna mengkaji dan menuntaskan persoalan kewajiban plasma 20 persen dari luas HGU perusahaan perkebunan, baik BUMN maupun swasta.

Darmansyah menilai, kewajiban tersebut telah diatur secara tegas dalam berbagai peraturan perundang-undangan, di antaranya Undang-Undang Nomor 5 Tahun 1960 tentang Pokok-Pokok Agraria, Peraturan Pemerintah Nomor 40 Tahun 1996 tentang HGU, HGB, dan Hak Pakai atas Tanah, serta Peraturan Menteri ATR/BPN Nomor 18 Tahun 2021.

Ia juga merujuk pada Peraturan Pemerintah Nomor 64 Tahun 2021 tentang Badan Bank Tanah serta Undang-Undang Nomor 39 Tahun 2014 tentang Perkebunan yang mewajibkan perusahaan pemegang HGU memenuhi ketentuan penyediaan kebun plasma.

“Perusahaan pemegang HGU wajib mematuhi seluruh regulasi yang berlaku,” tegas Darmansyah.

Ia menambahkan, saat ini terdapat beberapa perusahaan perkebunan di Batu Bara yang tengah mengajukan perpanjangan dan pembaruan HGU, di antaranya PT Socfindo Tanah Gambus, PTPN IV Tanah Itam Ulu (TIU), PTPN III Dusun Ulu Afdeling Limau Manis, serta PT Kwala Gunung.

Lebih lanjut, Darmansyah mengungkapkan bahwa PD IWO Batu Bara telah mengirimkan surat kepada Bupati Batu Bara melalui Dinas Pertanian dan Perkebunan untuk meminta penundaan rekomendasi pembaruan HGU PT Socfindo Tanah Gambus hingga kewajiban plasma 20 persen tersebut direalisasikan. Surat tersebut bernomor 01/PDIWOBB/2026.

“Demi menyamakan persepsi, memperjelas amanat regulasi, serta mendorong peningkatan kesejahteraan dan ekonomi masyarakat, kami mendesak DPRD Kabupaten Batu Bara melalui Komisi I dan seluruh fraksi segera membentuk Pansus,” pungkasnya.

(wellas)


Share:

Satlantas Polres Batu Bara Laksanakan Police Goes To School di MTs Negeri Batu Bara

Satlantas Polres Batu Bara Laksanakan Police Goes To School di MTs Negeri Batu Bara



Batu Bara – Perisainusantara.com 

Satuan Lalu Lintas (Satlantas) Polres Batu Bara menggelar kegiatan Police Goes To School di MTs Negeri Batu Bara pada Senin (26/1/2026) pagi. Program ini bertujuan menanamkan kesadaran serta pemahaman kepada pelajar mengenai pentingnya disiplin dan keselamatan berlalu lintas sejak usia sekolah.

Kegiatan yang berlangsung mulai pukul 07.15 WIB tersebut dipimpin langsung oleh Kasatlantas Polres Batu Bara, AKP Simon E. Simatupang, S.H., M.H., didampingi Kanit Kamsel Satlantas Polres Batu Bara IPDA Harry P. Nasution, S.H., bersama sejumlah personel Satlantas lainnya.

Dalam kegiatan tersebut, Kanit Kamsel Satlantas Polres Batu Bara bertindak sebagai pembina upacara pada upacara rutin sekolah. Acara ini dihadiri Kepala Sekolah MTs Negeri Batu Bara, para tenaga pendidik, serta diikuti sekitar 200 siswa dan siswi.

Melalui kegiatan edukatif ini, personel Satlantas memberikan pemahaman terkait rambu-rambu dan marka jalan, sekaligus mengingatkan bahaya melakukan manuver mendahului kendaraan, terutama di area tikungan yang rawan kecelakaan.

Selain itu, para pelajar juga diimbau untuk tidak menggunakan knalpot brong. Penggunaan knalpot tersebut dinilai tidak hanya melanggar aturan lalu lintas, tetapi juga berpotensi memicu aksi balap liar dan konflik antar pelajar.

Petugas turut menjelaskan berbagai risiko dan dampak kecelakaan lalu lintas yang tidak hanya membahayakan diri sendiri, namun juga dapat merugikan pengguna jalan lainnya. Edukasi ini diharapkan mampu membentuk sikap pelajar yang lebih peduli terhadap keselamatan saat berada di jalan raya.

Kegiatan Police Goes To School tersebut diakhiri dengan sesi tanya jawab antara pihak kepolisian dengan siswa dan guru terkait aturan serta etika berlalu lintas.

Kasatlantas Polres Batu Bara, AKP Simon E. Simatupang, menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan salah satu upaya kepolisian dalam menanamkan budaya tertib berlalu lintas sejak dini guna mewujudkan keamanan dan keselamatan bersama di jalan raya, tutupnya.

(wellas)


Share:

Satlantas Polres Batu Bara Tanggap Evakuasi Pohon Tumbang

Satlantas Polres Batu Bara Tanggap Evakuasi Pohon Tumbang 



BATU BARA – Perisainusantara.com

Satuan Lalu Lintas Polres Batu Bara bergerak cepat melakukan evakuasi pohon tumbang yang sempat menghambat arus lalu lintas di Jalan Lintas Desa Sumber Padi, Kecamatan Lima Puluh, Kabupaten Batu Bara, Minggu (25/1/2026) sore.

Kegiatan evakuasi tersebut berlangsung sekitar pukul 16.00 WIB hingga selesai dan dipimpin langsung oleh Kasatlantas Polres Batu Bara, AKP Simon E. Simatupang, S.H., M.H., bersama Kaurmintu Satlantas IPDA Joko Susanto, serta didukung oleh personel Satlantas Polres Batu Bara.

Langkah cepat ini dilakukan guna mencegah terjadinya kemacetan dan meminimalisir risiko kecelakaan lalu lintas akibat pohon tumbang yang menutup sebagian badan jalan.

Melalui kerja sama dan kesigapan petugas di lapangan, pohon berhasil dievakuasi sehingga kondisi jalan kembali dapat dilalui dengan aman dan lancar oleh masyarakat. Seluruh rangkaian kegiatan berjalan tertib dan kondusif hingga selesai.

(wellas)


Share:

Artikel

Label

Budaya (18) Kesehatan (22) Organisasi (332) Pemerintahan (416) Pendidikan (158) Polri/TNI (6) Sumatera Utara (29) ekonomi (3) politik (151) sosial (109)

FOUNDER’S MEDIA SIBER BATU BARA



 


Strategi Inalum Perluas Pangsa Pasar Aluminium Global

 


Mengenal Tiga Jenis Produk Aluminium dari INALUM

 


Tentang Inalum