-->
https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEi0EAIKwCOewMUoWNW47WuQuK72ih6QOPHJMRnpU7DCntRrpBQYD0o5Au6P11bCxnpJNDyOsxBp3IdFHzFFSPAhWzvyrKdEvmE6apWlbXqIYFWABnyl7NEMlrMlUwM4NCgpGmaNl5NRvf2UlfxXkv1HMk7-eaoiksbqMkaflEi0HsdjsFR5l1RhIhyphenhyphenOdiE/s16000/05e2cdf2-5f47-4771-880d-c7f1667e3450.jpeg

Dari Energi Air ke Pasar Dunia, PT. INALUM Perkenalkan Low Carbon Aluminium Indonesia

Jakarta, perisainusantara.com |29 September 2026 PT. Indonesia Asahan Aluminium (Persero) atau PT. INALUM memperkuat langkahnya di pasar aluminium global melalui peluncuran Sertifikasi Low Carbon Aluminium (Green Aluminium) kepada pelanggan bersamaan dengan ajang Fastmarkets International Aluminium Conference 2026 yang berlangsung pada 15–17 September 2026.

Fastmarkets International Aluminium Conference merupakan salah satu forum tahunan industri aluminium global yang pada 2026 memasuki penyelenggaraan ke-40. Forum ini mempertemukan lebih dari 500 pelaku industri dan pengambil keputusan dari berbagai mata rantai industri aluminium dunia untuk membahas perkembangan pasar, dinamika harga dan pasokan, perdagangan global, hingga isu keberlanjutan dan pengembangan aluminium rendah karbon.

Peluncuran sertifikat tersebut menjadi bagian dari strategi perusahaan dalam meningkatkan daya saing aluminium Indonesia di tengah meningkatnya kebutuhan industri global terhadap produk dengan jejak karbon yang lebih rendah. Langkah ini sekaligus mempertegas posisi PT. INALUM sebagai satu-satunya produsen aluminium primer Indonesia dengan emisi karbon rendah yang mana dalam proses peleburannya ditopang oleh energi listrik berbasis tenaga air.

Keunggulan tersebut menjadi semakin relevan ketika industri global mulai menempatkan aspek emisi karbon, keberlanjutan, dan transparansi rantai pasok sebagai salah satu pertimbangan dalam pemilihan produk. Melalui Sertifikasi Low Carbon Aluminium, PT. INALUM ingin menghadirkan produk aluminium Indonesia yang mampu menjawab kebutuhan pasar terhadap produk yang mendukung agenda penurunan emisi karbon. 

Direktur Pengembangan Usaha dan Komersial PT. INALUM, Arif Haendra, mengatakan peluncuran Sertifikasi Green Aluminium merupakan bagian dari strategi perusahaan untuk memperkuat nilai tambah sekaligus membuka peluang serta akses pasar yang lebih luas bagi produk aluminium PT. INALUM.

“Pasar global semakin memberikan perhatian terhadap produk aluminium dengan jejak karbon yang lebih rendah. PT. INALUM memiliki keunggulan karena proses produksi aluminium kami ditopang oleh energi berbasis tenaga air (renewable energy). Keunggulan ini ingin kami terjemahkan menjadi posisi tawar yang lebih kuat, sehingga produk aluminium Indonesia semakin kompetitif dan memiliki akses yang lebih luas di pasar internasional,” ujar Arif.

Momentum tersebut turut diperkuat dengan penguatan kerja sama antara PT. INALUM dan sejumlah mitra internasional, antara lain Mitsubishi RtM Jepang, Hartree, serta MIND ID Trading (MIT) Singapore-Concord Inggris.

Kolaborasi dengan para mitra global tersebut menjadi bagian dari langkah PT. INALUM memperluas jejaring internasional dan membuka peluang pengembangan pasar bagi produk aluminium perusahaan. Kerja sama ini juga menunjukkan semakin terbukanya ruang bagi produk aluminium Indonesia untuk masuk dan berkembang di pasar global yang semakin memberikan perhatian besar terhadap aspek keberlanjutan.

Kepala Grup Komersial dan Manajemen Rantai Pasok, Jevi Amri menambahkan, Sertifikasi Low Carbon Aluminium juga menjadi bagian dari strategi perusahaan dalam membaca perubahan kebutuhan pelanggan dan memperkuat posisi produk PT. INALUM di pasar global.

“Bagi kami, Low Carbon Alumunium bukan hanya tentang proses produksi yang lebih rendah emisi, tetapi juga bagaimana keunggulan tersebut dapat menjawab kebutuhan pelanggan dan menciptakan peluang pasar baru. PT. INALUM ingin memastikan bahwa kekuatan energi bersih yang kita miliki dapat memberikan nilai tambah sekaligus memperkuat posisi aluminium Indonesia dalam rantai pasok global,” tutur Jevi.

PT. INALUM selama ini memanfaatkan energi listrik berbasis tenaga air dalam proses peleburannya. Karakteristik tersebut memberikan fondasi bagi perusahaan untuk mengembangkan produk aluminium dengan jejak karbon lebih rendah dibandingkan produksi aluminium yang bergantung pada sumber listrik berbasis energi fosil.

Peluncuran Low Carbon Aluminium bersamaan dengan ajang Fastmarkets International Aluminium Conference 2026 juga menjadi bagian dari upaya PT. INALUM memperkenalkan kapabilitas industri aluminium Indonesia secara lebih luas kepada pelaku industri, trader, pelanggan, serta mitra strategis internasional.

Melalui penguatan produk rendah emisi  Dari Energi Air ke Pasar Dunia, PT. INALUM Perkenalkan Low Carbon Aluminium Indonesiaarbon dan kolaborasi dengan mitra global, INALUM terus mendorong aluminium Indonesia memiliki daya saing yang semakin kuat sekaligus mengambil bagian dalam perkembangan industri aluminium dunia yang bergerak menuju rantai pasok yang lebih berkelanjutan.

(***) 

Share:

PT. INALUM Serahkan Bantuan Bagi Masyarakat Terdampak Bencana Angin Puting Beliung Di Kabupaten Toba

Toba-Sumut, perisainusantara.com |16 Oktober 2026 PT. Indonesia Asahan Aluminium ( PT. INALUM) menyalurkan bantuan kepada 46 kepala keluarga (KK) yang terdampak bencana angin puting beliung di Kabupaten Toba, Sumatera Utara. Bantuan ini merupakan bentuk kepedulian perusahaan terhadap masyarakat di sekitar wilayah operasional sekaligus dukungan untuk membantu memenuhi kebutuhan masyarakat dalam menghadapi kondisi pascabencana.

Kepala Departemen Pemberdayaan Masyarakat PLTA INALUM, Zainuddin Iqbal Sidabutar, menyampaikan bahwa kepedulian terhadap masyarakat di sekitar wilayah operasional merupakan bagian penting dari komitmen perusahaan dalam menjalankan tanggung jawab sosial.

“Bagi INALUM, kepedulian terhadap masyarakat di sekitar wilayah operasional merupakan bagian penting dari komitmen perusahaan. Kami berharap bantuan ini dapat meringankan beban masyarakat yang terdampak angin puting beliung serta membantu memenuhi kebutuhan mereka dalam proses pemulihan pascabencana. Kami juga mengapresiasi sinergi dengan Pemerintah Kabupaten Toba dalam mendukung masyarakat yang membutuhkan,” ujar Iqbal.

Penyaluran bantuan dilaksanakan pada Jumat (25/9) dengan menyasar masyarakat terdampak di Kecamatan Laguboti dan Kecamatan Sigumpar. Bantuan yang diberikan meliputi paket sembako, dana perbaikan rumah, serta material atau bahan bangunan untuk perbaikan rumah sesuai dengan kebutuhan masyarakat di masing-masing wilayah.

Di Kecamatan Laguboti, penyerahan bantuan dilaksanakan di Kantor Kecamatan Laguboti kepada 20 KK terdampak. Sementara itu, di Kecamatan Sigumpar, bantuan diserahkan di Kantor Kecamatan Sigumpar kepada 26 KK. Dengan demikian, total 46 KK di kedua kecamatan menerima dukungan dari INALUM untuk membantu memenuhi kebutuhan masyarakat dan mendukung pemulihan pascabencana.

Kegiatan penyaluran bantuan ini turut dihadiri oleh Staf Ahli Bupati Toba Augus Sitorus, Asisten I Pemerintah Kabupaten Toba Eston Sihotang, Kepala Bagian Perekonomian Kabupaten Toba Samuel Lumbanraja, Kepala Dinas Sosial Kabupaten Toba Lalo Hartono Simanjuntak, Kepala BPBD Kabupaten Toba Sikkat Sitompul, Camat Laguboti Lindawati Simangunsong, Camat Sigumpar Robinson Siagian, serta perwakilan INALUM, bersama masyarakat penerima bantuan.

Camat Laguboti Lindawati Simangunsong menyampaikan apresiasi kepada INALUM yang telah memberikan perhatian dan bantuan kepada masyarakat yang terdampak. Ia berharap bantuan ini bisa meringankan beban pasca bencana. 

“Kami berterima kasih dan mengapresiasi langkah INALUM yang telah membantu masyarakat terdampak bencana. Semoga bantuan ini dapat meringankan beban masyarakat dan membantu proses pemulihan pascabencana,” ujar Lindawati.

Seperti diketahui, bencana alam angin puting beliung tersebut terjadi pada Senin (24/8/2026) dan melanda dua kecamatan di Kabupaten Toba, yakni Desa Pardinggaran, Kecamatan Laguboti, serta Desa Situa Tua dan wilayah sekitarnya di Kecamatan Sigumpar. Angin kencang yang disertai hujan deras mengakibatkan puluhan rumah warga mengalami kerusakan, mulai dari kerusakan ringan hingga parah pada bagian atap, asbes, dan dinding rumah. Kondisi tersebut mendorong perlunya dukungan bagi masyarakat terdampak untuk membantu memenuhi kebutuhan dasar serta mendukung perbaikan rumah dalam proses pemulihan pascabencana.

Melalui penyaluran bantuan ini, INALUM berharap dapat turut mendukung proses pemulihan masyarakat terdampak bencana angin puting beliung di Kabupaten Toba serta memperkuat semangat gotong royong antara perusahaan, pemerintah, dan masyarakat.

(***) 

Share:

PT. INALUM Raih Dua Penghargaan ISDA 2026 lewat Program Pemberdayaan Masyarakat

Jakarta, perisainusantara.com |29 Oktober 2026– PT. Indonesia Asahan Aluminium (PT. INALUM) melalui PT. INALUM ISP meraih dua penghargaan Gold dalam ajang Indonesian SDGs Awards (ISDA) 2026. Dua penghargaan tersebut diberikan untuk program pemberdayaan masyarakat Bank Sampah Berseri dan Gubuk Jamur Dani di Desa Kuala Tanjung.

Kepala Grup Layanan Strategis PT. INALUM Daniel Hutauruk mengatakan, penghargaan tersebut menjadi apresiasi atas kolaborasi perusahaan bersama masyarakat dalam mengembangkan program yang memberikan manfaat nyata sekaligus mendorong kemandirian.

“Penghargaan ini bagi kami bukan sekadar pencapaian perusahaan, tetapi juga apresiasi atas proses dan kerja bersama masyarakat. Bank Sampah Berseri dan Gubuk Jamur Dani kami kembangkan dengan semangat untuk memperkuat kapasitas masyarakat, sehingga mereka dapat mengelola potensi yang ada di lingkungannya menjadi sesuatu yang bernilai,” ujar Daniel.

ISDA merupakan ajang penghargaan yang diselenggarakan oleh Corporate Forum for CSR Development (CFCD) untuk memberikan apresiasi kepada perusahaan dan lembaga yang menjalankan program tanggung jawab sosial dan lingkungan (TJSL) yang berkontribusi terhadap pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs). Penilaian ISDA mengacu pada 17 tujuan pembangunan berkelanjutan atau SDGs dan penyelenggaraannya berlandaskan prinsip ISO 26000.

Program PT. INALUM yang mendapatkan penghargaan Gold adalah Bank Sampah Berseri. Program ini dikembangkan di Desa Kuala Tanjung dengan pendekatan ekonomi sirkular yang mendorong masyarakat melihat sampah bukan sekadar limbah, tetapi sebagai sumber daya yang memiliki nilai ekonomi. . Program ini rata-rata berhasil mengelola 76.444,6 kg sampah organik dan 22.346,8 kg sampah anorganik per tahun, sekaligus mengurangi timbulan sampah, meningkatkan kesadaran lingkungan, dan membuka peluang ekonomi bagi masyarakat. 

Program dilakukan melalui pengelolaan dan pemilahan sampah berbasis masyarakat, penguatan kelembagaan bank sampah, serta peningkatan keterlibatan masyarakat dan sekolah sebagai nasabah. Sehingga selain membantu mengurangi sampah, program tersebut juga mendorong peningkatan kesadaran masyarakat terhadap lingkungan sekaligus membuka peluang ekonomi dari pengelolaan sampah

Sementara itu, Gubuk Jamur Dani merupakan program pemberdayaan ekonomi masyarakat melalui pengembangan usaha budidaya jamur tiram putih. Sebelum mendapatkan bantuan dari PT. INALUM, Gubuk Jamur Dani memiliki kapasitas produksi sebanyak 90 baglog per hari dengan hasil panen berkisar 3–8,5 kilogram per hari. Melalui intervensi berupa bantuan mesin steamer, kapasitas produksi meningkat menjadi 270 baglog per hari dengan hasil panen mencapai 7–22 kilogram per hari. 

Program ini juga mencakup pendampingan untuk memperkuat proses budidaya dan mengembangkan usaha secara lebih produktif dan berkelanjutan. Saat ini, Gubuk Jamur Dani mempekerjakan lima orang dan mampu membukukan pendapatan kotor sebesar Rp8,6 juta per bulan dengan pendapatan bersih mencapai Rp3,609 juta per bulan. Melalui program ini, PT. INALUM mendorong masyarakat agar tidak hanya menerima bantuan, tetapi juga memiliki kemampuan untuk mengelola dan mengembangkan usaha secara mandiri.

Dua program tersebut menunjukkan pendekatan PT. INALUM dalam menjalankan TJSL dengan menempatkan masyarakat sebagai bagian penting dari proses pemberdayaan. Melalui penguatan kapasitas masyarakat dan pengembangan potensi lokal, PT. INALUM terus mendorong agar program TJSL dapat memberikan manfaat yang lebih panjang, baik dalam aspek lingkungan maupun ekonomi.

Menurut Daniel, keberhasilan program pemberdayaan masyarakat tidak cukup diukur dari bantuan yang diberikan, tetapi juga dari kemampuan masyarakat untuk melanjutkan dan mengembangkan program secara mandiri.

“Kami ingin program TJSL tidak berhenti pada bantuan. Yang lebih penting adalah bagaimana masyarakat memiliki pengetahuan, keterampilan, dan kesempatan untuk mengembangkan kegiatan yang produktif. Dengan begitu, manfaat program dapat terus dirasakan dalam jangka panjang,” ujarnya.

Penghargaan ISDA 2026 menjadi dorongan bagi PT. INALUM untuk terus mengembangkan program yang relevan dengan kebutuhan masyarakat sekaligus mendukung pencapaian target pembangunan berkelanjutan. Dengan semangat tumbuh bersama masyarakat, PT. INALUM berkomitmen melanjutkan berbagai inisiatif yang dapat menciptakan nilai tambah bagi masyarakat dan lingkungan di sekitar wilayah operasional perusahaan.

(***) 

Share:

Sah Putusan Pengadilan Kema Terbukti Bersalah, Dihukum Penjara 1 Tahun 4 Bulan

Simalungun-Sumut, perisainusantara.com | 1 Oktober 2026 Pengadilan  Negeri Simalungun telah menjatuhkan vonis atas kasus pencurian yang menimpa rumah Sulistio di Dusun Huta 9, Desa Bandar Tinggi, Kecamatan Bandar Masilam, Kabupaten Simalungun.

Mahmud Sinaga alias Kema dinyatakan terbukti secara sah dan meyakinkan bersalah melakukan pencurian dalam keadaan memberatkan. Pengadilan menjatuhkan pidana penjara selama 1 tahun 4 bulan. Masa tahanan yang telah dijalani dikurangkan dari hukuman, namun terdakwa ditetapkan tetap ditahan. Barang bukti seperti kwitansi pembelian pupuk dikembalikan kepada Sulistio, sedangkan flashdisk dikembalikan melalui Muhammad Yusri. Terdakwa juga dibebani membayar biaya perkara sebesar Rp2.000.

Peristiwa bermula pada Senin, 6 April 2026, saat rumah Sulistio dibobol dan barang berharga senilai Rp8.975.000 hilang. Laporan resmi masuk ke Polsek Bandar Huluan pada 22 April 2026, dan putusan pengadilan baru saja dibacakan.

Putusan ini menjadi penutup yang melegakan sekaligus membuktikan bahwa proses hukum yang benar-benar dijalankan akan membuahkan hasil. Warga yang sempat cemas dan ragu kini kembali percaya bahwa hukum tidak tidur selamanya.

Korban Sulistio melapor lengkap dengan bukti dan keterangan saksi. Setelah proses penyidikan dan persidangan yang transparan, hakim akhirnya menjatuhkan vonis sekaligus memerintahkan pengembalian barang bukti kepada pihak yang berhak.

Sulistio menyambut putusan ini dengan lega. "Saya bersyukur keadilan akhirnya terwujud. Terima kasih kepada seluruh pihak yang telah berjuang membantu kasus ini, termasuk aparat kepolisian dan hakim yang telah memeriksa perkara ini dengan teliti. Semoga keputusan ini juga menjadi pelajaran berharga bagi semua pihak," ujarnya dengan mata berkaca-kaca.

Sementara itu warga Dusun Huta 9 menyambut baik putusan ini dan menyampaikan apresiasinya kepada aparat. "Kami berterima kasih kepada Bapak Kapolsek Bandar Huluan dan jajarannya, serta hakim yang telah bekerja profesional. Ini bukti bahwa ketika masyarakat dan aparat bersinergi, hukum akan tegak lurus. Kami berharap ke depannya kerja sama ini terus terjaga sehingga keamanan dan rasa aman kami semakin kuat," ungkap Sharuddin (Kadus Huta 9).

(***) 

Share:

Dari Doa ke Lourdes, Indonesia Bersiap Hadir di Tengah Militer Dunia

Jakarta, perisainusantara.com |Perjalanan menuju Lourdes, Prancis, masih beberapa bulan lagi. Namun, persiapan kontingen Indonesia untuk Pèlerinage Militaire International (PMI) 2027 atau Ziarah Militer Internasional telah dimulai.

Rapat pleno panitia digelar di Balai Kartini Jakarta, Kamis (15/10/2026), membahas persiapan keikutsertaan kontingen Indonesia dalam PMI yang akan berlangsung 19-31 Mei 2027 di Lourdes, Prancis.

Rapat dipimpin Ketua Panitia Pelaksana Letjen TNI (Purn) Ignatius Yogo Triyono, dengan penanggung jawab kegiatan Romo Kolonel (Purn) Yos Bintoro, Pr, yang juga Wakil Uskup untuk umat Katolik di lingkungan TNI dan Polri (OCI).

Sejumlah tokoh purnawirawan TNI dan Polri hadir, antara lain Letjen TNI (Purn) Albertus Budi Sulistya, Irjen Pol (Purn) Heribertus Dahana Resmiwara, Marsda TNI (Purn) Joko Takarianto, Mayjen TNI (Purn) Djoko Purwanto, Brigjen TNI (Purn) P. Gunung Sarasmoro, Marsma TNI (Purn) PJ Bambang Purwanto, S.T., M.PP., M.Soc.Sc., dan Brigjen TNI Dr. dr. Markus Wibowo, Sp.OT., MARS.

Usai rapat, kegiatan dilanjutkan dengan Perayaan Ekaristi yang dipimpin Romo Yos Bintoro, Pr., didampingi Romo Ipda Antonius Arvin Samosir, Romo Ipda Oktovianus Pelagian Ranta, dan Romo Jimmy Yohanes Hyronimus, Pr. Ekaristi bertepatan dengan peringatan wajib Santa Theresia dari Yesus, perawan dan pujangga Gereja.

Dalam homilinya, Romo Yos menegaskan bahwa PMI bukan sekadar perjalanan ke luar negeri. Perziarahan menuju Lourdes merupakan kesempatan untuk memperkuat iman, membangun persaudaraan, sekaligus membawa pesan perdamaian.

Memaknai bulan Oktober sebagai bulan Rosario, ia mengajak seluruh panitia dan peserta mempersiapkan diri sejak sekarang, bukan hanya secara teknis, tetapi juga melalui doa.

Menurutnya, perjuangan terbesar bukanlah melawan orang lain, melainkan melawan diri sendiri, ego, ketakutan, dan kelemahan yang menghambat manusia untuk bertumbuh.

PMI juga menjadi ruang perjumpaan personel militer dari berbagai negara. Kehadiran Indonesia diharapkan membawa wajah bangsa yang menjunjung keberagaman, persaudaraan, dan perdamaian.

"Perziarahan" karena itu memiliki makna lebih luas. Para peserta tidak hanya datang sebagai individu, tetapi membawa identitas Indonesia dan diharapkan menjadi duta perdamaian di tengah komunitas internasional.

Romo Yos mengingatkan, perjalanan tersebut harus menghasilkan sesuatu yang lebih besar daripada sekadar pengalaman. Setiap peserta diharapkan pulang dengan iman yang semakin kuat, persaudaraan yang semakin luas, serta semangat untuk menghadirkan kebaikan bagi sesama.

Dari Jakarta menuju Lourdes, langkah itu dimulai dengan kerja dan doa. Harapannya, kehadiran Indonesia di sana bukan sekadar untuk hadir, tetapi membawa pesan bahwa perdamaian selalu layak diperjuangkan.

(***) 

Share:

Solidaritas Jadi Aksi Nyata, INALUM Kirim Bantuan & Relawan Untuk Korban Gempa NTT

NTT, Perisainusantara.com |Kepedulian terhadap masyarakat terdampak gempa bumi di Nusa Tenggara Timur (NTT) menggerakkan Insan PT Indonesia Asahan Aluminium (Persero) atau INALUM untuk mengambil bagian dalam aksi kemanusiaan. Tidak hanya menghimpun dan menyalurkan bantuan kebutuhan dasar, INALUM juga menerjunkan relawan untuk hadir langsung mendampingi masyarakat di wilayah terdampak. Jumat, 4 Sept 2026.

Aksi kemanusiaan tersebut berawal dari inisiatif Insan INALUM yang secara sukarela. Untuk memperluas manfaat dari solidaritas tersebut, perusahaan menerapkan kebijakan matching donation 1:1, yakni setiap Rp1 donasi yang dihimpun Insan INALUM ditambahkan Rp1 dengan nilai yang sama oleh perusahaan. Dengan skema tersebut, total bantuan yang disalurkan mencapai Rp252 juta.

Bantuan tersebut antara lain diwujudkan dalam bentuk 10 ton beras premium, 50 dus mi instan, 72 dus biskuit, 84 dus larutan isotonik, serta 84 dus air mineral untuk mendukung pemenuhan kebutuhan dasar masyarakat terdampak.

Kepedulian INALUM tidak berhenti pada penyaluran bantuan. Perusahaan juga menerjunkan sembilan Insan INALUM yang tergabung dalam INALUM Relawan (I-Wan) ke wilayah terdampak gempa di NTT. Para relawan berasal dari berbagai latar belakang kompetensi, mulai dari tenaga medis hingga personel keamanan, untuk membantu masyarakat selama masa tanggap darurat dan pemulihan pascabencana.


Selama berada di wilayah terdampak, para relawan turut mendistribusikan kebutuhan pokok, memberikan layanan pemeriksaan kesehatan, serta melaksanakan kegiatan trauma healing dan pendampingan kepada masyarakat terdampak. Kehadiran mereka diharapkan tidak hanya membantu memenuhi kebutuhan fisik masyarakat, tetapi juga memberikan dukungan psikologis dan semangat bagi warga untuk perlahan bangkit setelah bencana.

Direktur Utama INALUM Melati Sarnita mengatakan, gerakan kemanusiaan tersebut mencerminkan kepedulian yang tumbuh dari Insan INALUM dan kemudian diperkuat oleh perusahaan agar dapat memberikan manfaat yang lebih luas.

“Bantuan ini berangkat dari kepedulian Insan INALUM yang ingin turut hadir bagi saudara-saudara kita di Nusa Tenggara Timur. Perusahaan kemudian memperkuat semangat tersebut agar manfaat yang diberikan dapat semakin luas. Bagi kami, kepedulian tidak berhenti pada bantuan yang disalurkan, tetapi juga bagaimana kita dapat hadir langsung, mendampingi masyarakat, dan membantu mereka melewati masa pemulihan,” ujar Melati.

Bantuan INALUM diserahkan kepada Direktur Optimasi Jaringan Logistik dan Peralatan (OJLP) BNPB Brigjen TNI Hery Setiono di Pos Pendukung Logistik Nasional (Posduklognas) Penanganan Darurat Bencana Gempa Bumi NTT, Lanud Halim Perdanakusumah, Jakarta, pada 1 September 2026.

Hery mengapresiasi dukungan INALUM dalam mendukung penanganan bencana di NTT. Menurutnya, kolaborasi antara pemerintah, BUMN, dunia usaha, dan berbagai elemen masyarakat menjadi bagian penting dalam memperkuat respons terhadap bencana sekaligus mempercepat pemulihan masyarakat terdampak.

“Kami mengapresiasi dukungan dari INALUM. Kami sadar, kolaborasi antara pemerintah, BUMN, dunia usaha, dan masyarakat adalah kunci utama untuk memperkuat respons bencana sekaligus mempercepat pemulihan warga yang terdampak,” ujar Hery.

Gempa bumi berkekuatan magnitudo 7,7 mengguncang wilayah Flores, NTT, pada 15 Agustus 2026. Berdasarkan analisis BMKG, pusat gempa berada di laut sekitar 30 kilometer arah timur laut Mbay, Kabupaten Nagekeo, dengan kedalaman 15 kilometer. Gempa tersebut juga memicu tsunami di sejumlah wilayah pesisir NTT dan diikuti rangkaian gempa susulan.

Situasi pascabencana membutuhkan dukungan berbagai pihak, khususnya dalam memenuhi kebutuhan dasar dan mendukung proses pemulihan masyarakat terdampak. Kolaborasi antara Insan INALUM dan perusahaan dalam aksi kemanusiaan ini sekaligus menjadi bagian dari komitmen INALUM dalam menjalankan Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL).

(***) 

Share:

S&P Global Ratings Beri PT. Inalum Peringkat 'BBB-', Tegaskan Peran Strategis dalam Hilirisasi Aluminium Nasional

Jakarta, Perisainusantara.com|PT. Indonesia Asahan Aluminium (Persero) atau INALUM memperoleh peringkat kredit internasional rating ‘BBB-’ dengan Outlook stabil dari S&P Global Ratings. Pencapaian ini menjadikan peringkat internasional investment-grade bagi INALUM sekaligus milestone yang sangat penting dalam memperkuat kredibilitas INALUM di pasar keuangan domestik dan internasional untuk mendukung pertumbuhan INALUM kedepannya. Jakarta, 10 September 2026

Dalam laporannya yang diterbitkan pada tanggal 7 September 2026 S&P Global Ratings menilai posisi strategis INALUM dalam Grup MIND ID dan kuatnya dukungan Pemerintah melalui MIND ID terhadap INALUM. S&P Global Ratings juga memandang INALUM memiliki peran penting sebagai penggerak hilirisasi bauksit dan pengembangan rantai nilai aluminium nasional, sejalan dengan agenda strategis MIND ID untuk memperkuat industri mineral dan logam terintegrasi di Indonesia. Keterkaitan yang erat dengan MIND ID, baik secara strategis maupun finansial, turut memperkuat profil kredit INALUM dan mendukung keberlanjutan pengembangan bisnis serta investasi perusahaan. Outlook stabil mencerminkan ekspektasi S&P Global Ratings terhadap keberlanjutan kinerja operasional dan arus kas INALUM, serta konsistennya dukungan MIND ID dalam menopang peran strategis INALUM bagi pengembangan industri aluminium nasional.

Pencapaian rating internasional tersebut melengkapi penguatan profil kredit INALUM di pasar domestik. Pada Agustus 2026, PEFINDO juga meningkatkan peringkat INALUM satu tingkat  dari idAA-/Stable menjadi idAA/Stable setelah INALUM mempertahankan peringkat idAA-/Stable selama tiga tahun sebelumnya. 

Pemeringkatan internasional dan peningkatan peringkat domestik tersebut berlangsung pada saat INALUM tengah mempersiapkan peningkatan kebutuhan pendanaan untuk mendukung berbagai proyek hilirisasi aluminium pada periode 2026–2029. 

Keunggulan Biaya Operasional dan Sumber Energi Hidro Perkuat Daya Saing INALUM Dalam penilaiannya, S&P Global Ratings turut menyoroti struktur biaya operasional INALUM yang kompetitif. Perusahaan tercatat mampu beroperasi pada kuartil pertama kurva biaya global, dibandingkan rata-rata industri pada tahun 2026. 

Efisiensi tersebut didukung oleh pasokan sumber energi hidro yang stabil serta integrasi sumber bahan baku domestik. Keunggulan biaya ini dinilai menjadi salah satu kekuatan kredit INALUM sekaligus memberikan daya tahan bagi perusahaan dalam menghadapi dinamika harga aluminium global.

S&P Global Ratings juga menyoroti pemanfaatan pembangkit listrik tenaga air yang membuat smelter INALUM yang tidak hanya berkontribusi terhadap pengurangan emisi karbon, tetapi juga mendukung profitabilitas dan efisiensi biaya produksi INALUM. 

Saat ini INALUM mengoperasikan smelter aluminium primer dengan kapasitas produksi sekitar 275 ribu ton per tahun. Melalui kepemilikan mayoritas di PT Borneo Alumina Indonesia (BAI), INALUM telah berhasil mengatasi ketergantungan impor bahan baku alumina. BAI mengoperasikan Smelter-Grade Alumina Refinery 1 (SGAR 1) di Mempawah, Kalimantan Barat, dengan kapasitas sekitar 1 juta ton alumina per tahun.

Memperkuat Rantai Nilai Aluminium Nasional S&P Global Ratings menilai posisi strategis INALUM dalam integrasi Grup MIND ID dan hilirisasi aluminium memberikan landasan kuat bagi dukungan berkelanjutan dari induk perusahaan. Peran tersebut semakin diperkuat melalui pengembangan SGAR 2 dan Smelter Aluminium 2 (Smelter 2) sebagai bagian dari Proyek Strategis Nasional yang memperkuat integrasi rantai nilai aluminium nasional.

Pengembangan proyek-proyek tersebut juga didukung oleh pemegang saham utama, baik melalui kemitraan strategis maupun dukungan permodalan, yang mencerminkan pentingnya proyek tersebut bagi penguatan industri aluminium nasional.

Adapun pengembangan proyek INALUM meliputi SGAR 2 dan Smelter 2. Kedua proyek tersebut merupakan bagian dari Proyek Strategis Nasional. SGAR 2 direncanakan menambah kapasitas produksi alumina sekitar 1 juta ton per tahun, sehingga akan meningkatkan menjadi dua kali lipat kapasitas alumina yang ada. Adapun Smelter 2 dirancang dengan kapasitas produksi sekitar 600 ribu ton aluminium per tahun, sehingga total kapasitas smelter aluminium primer INALUM akan meningkat lebih dari tiga kali lipat kapasitas saat ini. Pengembangan proyek-proyek tersebut juga berpotensi meningkatkan kapasitas dan potensi pendapatan INALUM secara signifikan hingga 2030.

Kondisi industri yang positif diperkirakan akan mendukung kinerja INALUM dalam satu hingga dua tahun ke depan. Harga aluminium diperkirakan tetap suportif seiring kondisi pasokan global yang ketat, sementara stabilnya volume penjualan dari smelter eksisting akan turut menopang pertumbuhan EBITDA perusahaan.

Direktur Utama INALUM, Melati Sarnita mengatakan, apa yang telah dicapai saat ini, menjadi pengakuan sekaligus momentum bagi perusahaan untuk terus memperkuat fundamental bisnis dan menjalankan transformasi industri aluminium nasional secara berkelanjutan.

“Investment grade ini merupakan pengakuan sekaligus tanggung jawab bagi INALUM untuk terus menjaga kinerja perusahaan secara prudent dan berkelanjutan. Di tengah agenda ekspansi dan hilirisasi, kami akan memastikan bahwa pertumbuhan tidak hanya mengejar skala tetapi tetap dibangun di atas fundamental operasional yang kuat, disiplin finansial, dan tata kelola yang baik dan kuat. Dengan dukungan MIND ID, kami akan terus memperkuat rantai nilai aluminium nasional dari hulu ke hilir. Pengembangan SGAR 2 dan Smelter 2 tidak hanya untuk meningkatkan kapasitas tetapi juga untuk memperkuat kemandirian bahan baku, daya saing industri aluminium nasionan serta menciptakan nilai jangka panjang bagi Indonesia.” ujar Melati.

Ke depan, INALUM akan terus menjaga keseimbangan antara pertumbuhan, disiplin finansial dan keunggulan operasional. Melalui pengembangan rantai nilai aluminium yang semakin terintegrasi, INALUM berkomitmen memperkuat daya saing industri nasional, mengurangi ketergantungan impor dan meningkatkan nilai tambah sumber daya mineral Indonesia secara berkelanjutan.

(***) 

Share:

PLTA PT. INALUM Raih 8 Penghargaan ENSIA 2026, Perkuat Praktik Industri Berkelanjutan

Jakarta, Perisainusantara.com|PT Indonesia Asahan Aluminium (Persero) atau PT. INALUM memperkuat komitmennya terhadap praktik bisnis berkelanjutan melalui berbagai inovasi pengelolaan lingkungan dan pemberdayaan masyarakat. Komitmen tersebut mendapat apresiasi dalam ajang Environmental and Social Innovation Awards (ENSIA) 2026 yang berlangsung di Bali, dengan Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA) PR. PT. INALUM memboyong delapan penghargaan dalam sejumlah kategori lingkungan dan sosial. Jakarta, 22/09/2026.

Kepala Grup Layanan Strategis PT. INALUM, Daniel Hutauruk menyebut bahwa penghargaan ini merupakan hasil dari komitmen dan kerja keras perusahaan dan Insan PT. INALUM dalam mendorong operasional yang fokus pada aspek Environmental, Social, and Governance (ESG). Karena itu, aspek lingkungan, sosial, dan tata kelola terus diintegrasikan dalam berbagai program dan pengambilan keputusan perusahaan.

“Bagi kami, penghargaan ini bukan sekadar capaian, tetapi juga refleksi bahwa pengelolaan lingkungan harus menjadi bagian dari cara perusahaan menjalankan bisnis. Kami terus mendorong inovasi agar setiap proses operasional dapat semakin efisien, rendah dampak, dan memberikan manfaat bagi lingkungan serta masyarakat,” ujar Daniel.

ENSIA atau Environmental and Social Innovation Awards merupakan ajang penghargaan nasional yang diselenggarakan oleh PT. Sucofindo (Persero) untuk mengapresiasi pelaku usaha dan inovator atas berbagai inovasi di bidang lingkungan, sosial, dan keberlanjutan bisnis di Indonesia.

Dari delapan penghargaan tersebut, empat di antaranya merupakan predikat Platinum, yakni Penurunan Emisi, Efisiensi Air dan Penurunan Beban Pencemaran Air, Pengurangan dan Pemanfaatan Limbah B3, serta Pengelolaan Sampah. PLTA PT. INALUM juga meraih tiga predikat Silver untuk kategori Efisiensi Energi, Keanekaragaman Hayati, dan Inovasi Sosial, serta dinobatkan sebagai Pemenang Booth Inovasi ENSIA 2026.

Pencapaian tersebut menunjukkan upaya keberlanjutan di lingkungan PLTA PR. INALUM tidak berhenti pada pemenuhan aspek kepatuhan lingkungan, tetapi terus dikembangkan melalui inovasi yang terintegrasi dengan kegiatan operasional. Berbagai inisiatif dilakukan untuk mengoptimalkan penggunaan sumber daya, menekan emisi, mengelola limbah, serta menjaga kualitas lingkungan di sekitar wilayah operasional.

Pada aspek lingkungan, empat predikat Platinum yang diraih PLTA PT. INALUM mencerminkan implementasi berbagai program dalam penurunan emisi, efisiensi penggunaan air, pengurangan beban pencemaran, serta pengelolaan limbah B3 dan sampah. Sementara pada aspek sosial dan ekologi, penghargaan di bidang Keanekaragaman Hayati dan Inovasi Sosial menunjukkan upaya perusahaan dalam menjaga ekosistem sekaligus menciptakan manfaat bagi masyarakat di sekitar wilayah operasional.

Selain melalui program di lapangan, komitmen terhadap inovasi juga ditampilkan melalui Booth Inovasi ENSIA 2026 yang berhasil meraih predikat sebagai pemenang. Capaian ini memperlihatkan bagaimana inovasi lingkungan dan sosial yang dikembangkan perusahaan dapat dikomunikasikan sebagai bagian dari perjalanan transformasi keberlanjutan PT INALUM.

“Kami ingin memastikan bahwa inovasi yang lahir dari operasional PLTA tidak hanya menyelesaikan persoalan hari ini, tetapi juga menjadi fondasi bagi perbaikan berkelanjutan di masa depan. Semangatnya adalah bagaimana operasional yang semakin efisien dapat berjalan beriringan dengan perlindungan lingkungan dan pemberdayaan masyarakat,” lanjut Daniel.

Berikut rincian Penghargaan PLTA PT. INALUM pada ENSIA 2026:

- Predikat Platinum

• Penurunan Emisi

• Efisiensi Air dan Penurunan Beban Pencemaran Air

• Pengurangan dan Pemanfaatan Limbah B3

• Pengelolaan Sampah

- Predikat Silver

• Efisiensi Energi

• Keanekaragaman Hayati

• Inovasi Sosial

- Kategori Booth Inovasi

• Pemenang Booth Inovasi ENSIA 2026

Penghargaan ENSIA 2026 sekaligus menjadi dorongan bagi PT. INALUM untuk melanjutkan pengembangan inovasi di bidang lingkungan dan sosial. Sebagai bagian dari ekosistem industri aluminium nasional, PT. INALUM terus berupaya memperkuat praktik bisnis yang bertanggung jawab untuk mendukung industri aluminium Indonesia yang berdaya saing dan berkelanjutan.

(***) 

Share:

Jelang Event Porprov PDBI Batu Bara Intensifkan Latihan

Batu Bara-Sumut, perisainusantara.com | Pengurus Kabupaten Persatuan Drum Band Indonesia (PDBI) Batu Bara terus mematangkan persiapan atlet yang akan mewakili Kabupaten Batu Bara pada Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Sumatera Utara 2026 yang dijadwalkan berlangsung pada November 2026 mendatang di Stadion Madya Atlet Sport Center Sumatera Utara.

Hal tersebut diungkapkan Ketua Pengurus Kabupaten PDBI Batu Bara, H. Subaidi, S.Pd, kepada wartawan usai melatih atlitnya di Lapangan Indrasakti, Indrapura, Kecamatan Air Putih. Senin (21/9/2026).

Subaidi mengatakan, latihan dilakukan secara terencana dan berkesinambungan sebagai upaya mempersiapkan atlet agar mampu tampil maksimal pada Porprov Sumut 2026.

Persiapan dilakukan melalui program latihan secara intensif selama 4 bulan. Latihan tersebut menjadi bagian dari pembinaan dan peningkatan kemampuan atlet untuk menghadapi persaingan pada ajang olahraga tingkat Provinsi Sumatera Utara.

“Latihan ini sudah kita laksanakan selama 4 bulan. Selain meningkatkan kemampuan teknik, latihan juga diarahkan untuk membangun kekompakan, kedisiplinan, mental bertanding, serta kesiapan fisik dan tim,” ujar H. Subaidi.

Menjelang pelaksanaan Porprov, intensitas latihan terus ditingkatkan. Para atlet mendapatkan pembinaan secara bertahap dengan fokus pada kemampuan teknis, ketepatan gerakan, musikalitas, kekompakan formasi, kedisiplinan, serta kesiapan tampil dalam kompetisi.

Dalam persiapan tersebut, PDBI Batu Bara juga berencana akan mengajukan permohonan dan berkoordinasi dengan PT Inalum untuk menjadikan Lapangan Kompleks perumahan PT. Inalum sebagai salah satu lokasi persiapan dan latihan menuju pertandingan Porprov. Pemanfaatan fasilitas tersebut diharapkan dapat memberikan pengalaman kepada atlet untuk beradaptasi dengan venue yang akan menjadi bagian dari rangkaian pelaksanaan Porprov Sumatera Utara.

PDBI Batu Bara berharap seluruh rangkaian latihan yang dilakukan dapat menjadi modal penting bagi para atlet untuk memberikan penampilan terbaik dan membawa nama baik Kabupaten Batu Bara pada Porprov Sumut 2026.

“Kami berharap seluruh atlet tetap menjaga semangat, disiplin dalam mengikuti latihan, serta menjaga kekompakan tim. Target utama kita adalah memberikan penampilan terbaik dan mengharumkan nama Kabupaten Batu Bara di tingkat Provinsi Sumatera Utara,” tambah H. Subaidi.

Dengan persiapan yang terus dilakukan secara konsisten, PDBI Batu Bara optimistis para atlet dapat menghadapi Porprov Sumatera Utara 2026 dengan kesiapan yang lebih baik, baik dari sisi teknik, fisik, mental maupun kekompakan tim, tutup Subaidi. 

(***)


Share:

Misteri Kematian Ramayana di Batu Bara, LBH KAHMI Soroti Luka dan Perubahan Keterangan

Medan-sumut,perisainusantara.com |Kematian Almh. Ramayana di Kabupaten Batu Bara menyisakan sejumlah pertanyaan yang belum terjawab, dalam rentang waktu kurang dari 12 jam, kondisi korban yang sebelumnya disebut masih baik berubah menjadi jenazah dengan luka dan lebam pada bagian wajah.

Rangkaian peristiwa itulah yang kini diminta Lembaga Bantuan Hukum (LBH) MW KAHMI Sumatera Utara untuk dibongkar secara menyeluruh oleh aparat penegak hukum.

LBH MW KAHMI Sumut melalui Uan Haleluddin Dalimunte, Sabtu (19/9/2026), mengaku telah menerima dan mendalami kronologis resmi dari ibu kandung korban, Syahara, yang tercatat sebagai pelapor dalam perkara tersebut.

Berdasarkan kronologis yang ditandatangani pelapor, Ramayana pada 14 Agustus 2026 sekitar pukul 13.00 WIB datang ke rumah orang tuanya di Desa Medang Baru, Dusun Bambu, bersama tiga anaknya.

Saat itu, menurut keterangan Syahara, kondisi Ramayana masih baik, tidak terlihat luka pada bagian wajahnya.

Sekitar pukul 19.00 WIB, Ramayana bersama ketiga anaknya kemudian meninggalkan rumah orang tuanya dan kembali ke rumah mertuanya setelah meminta uang kepada ayahnya.

Kondisi wajah korban, menurut keterangan ibunya, masih dalam keadaan baik,

sekitar 30 menit kemudian, terdapat pertemuan lain yang menjadi bagian penting dari rangkaian kronologi tersebut.

Pukul 19.30 WIB, Syahara menyusul ke rumah mertua Ramayana di Desa Pematang Cengkering untuk menemani anak bungsunya yang sedang menjalani tradisi adat bekhusu - khusu.

Di lokasi itu, Syahara masih sempat berbicara dengan Ramayana, tidak disebutkan adanya luka pada wajah korban ketika itu.

Acara selesai sekitar pukul 20.30 WIB, keluarga kemudian meninggalkan lokasi,namun, sekitar 05.10 WIB pada 15 Agustus 2026, Syahara menerima kabar bahwa Ramayana telah meninggal dunia.

Bersama suaminya, ia langsung menuju rumah mertua korban.Di situlah, menurut keterangan pelapor, muncul kondisi yang kemudian dipersoalkan keluarga.Syahara mengaku mendapati anaknya telah meninggal dunia dan berada di atas tempat tidur dengan pakaian sudah dibuka, ia juga melihat adanya luka dan lebam pada bagian wajah, termasuk di sekitar mata.

Pertanyaan kemudian muncul : kapan luka tersebut terjadi dan apa penyebab sebenarnya?

Pertanyaan tersebut menjadi semakin penting karena, berdasarkan kronologis yang diterima LBH MW KAHMI Sumut, terdapat perbedaan keterangan mengenai penyebab luka korban.

Menurut Syahara, pihak mertua sempat menyebut Ramayana mengalami luka karena jatuh di kamar mandi.

Namun, keterangan tersebut kemudian disebut berubah menjadi korban jatuh dari tempat tidur.Perbedaan keterangan tersebut dinilai LBH MW KAHMI Sumut sebagai bagian yang perlu diuji melalui proses hukum dan pembuktian, bukan sekadar berdasarkan keterangan sepihak.

LBH MW KAHMI Sumut meminta aparat penegak hukum mengurai seluruh rangkaian kejadian sejak korban terakhir kali diketahui dalam kondisi baik hingga dinyatakan meninggal dunia.

Termasuk memeriksa saksi - saksi, kondisi tempat kejadian, keterangan medis, rekam medis apabila ada, serta bukti - bukti lain yang dapat menjelaskan penyebab luka dan kematian korban.

LBH KAHMI : Jangan Biarkan Pertanyaan Keluarga MenggantungLBH MW KAHMI Sumut menegaskan, dugaan KDRT maupun dugaan tindak pidana lainnya harus dibuktikan melalui proses hukum, karena itu, pihaknya tidak ingin menarik kesimpulan sebelum seluruh bukti diperiksa secara objektif.

Namun, adanya rangkaian waktu yang jelas, kondisi korban yang menurut pelapor sebelumnya tidak mengalami luka pada wajah, ditemukannya lebam setelah korban meninggal, serta adanya perbedaan keterangan mengenai dugaan penyebab luka dinilai cukup menjadi alasan bagi aparat untuk melakukan pendalaman secara serius.

Bagi keluarga, persoalannya bukan sekadar mencari siapa yang harus disalahkan.Yang ingin diketahui adalah apa yang sebenarnya terjadi terhadap Ramayana sebelum kematiannya.

LBH MW KAHMI Sumut meminta proses penanganan perkara dilakukan secara profesional, transparan dan berdasarkan alat bukti yang sah agar penyebab kematian korban dapat terungkap secara terang.

Sementara itu, seluruh pihak yang disebut dalam perkara tersebut tetap memiliki hak atas asas praduga tak bersalah sampai terdapat putusan pengadilan yang berkekuatan hukum tetap.

(***) 

Share:

Artikel

Label

Budaya (19) Kesehatan (22) Organisasi (338) Pemerintahan (419) Pendidikan (160) Polri/TNI (6) Sumatera Utara (29) ekonomi (3) politik (151) sosial (110)

FOUNDER’S MEDIA SIBER BATU BARA



 


Strategi Inalum Perluas Pangsa Pasar Aluminium Global

 


Mengenal Tiga Jenis Produk Aluminium dari INALUM

 


Tentang Inalum