BUMDes Lubuk Cuik Rugi 120 juta Aset Diamankan Pegusaha Pupuk Sebab Hutang Rp. 42.668.000
Batu Bara – jelasnews.com
Aset sound system karaoke milik BUMDes Desa Lubuk Cuik, Kecamatan Lima Puluh Pesisir, Kabupaten Batu Bara, diamankan oleh seorang pengusaha pupuk akibat tunggakan pembayaran sebesar Rp. 42.668.000. Aset tersebut sebelumnya menjadi salah satu sumber pendapatan desa. Informasi ini mencuat setelah rapat desa pada akhir Januari 2026 membahas persoalan utang BUMDes.
Warga setempat, Andi (57), menyebutkan dalam rapat desa tersebut terdengar penguasaan sound system telah beralih kepada pihak pengusaha pupuk. Selain persoalan aset, program budidaya cabai Tahun Anggaran 2025 yang dikelola BUMDes dengan modal dana desa Rp. 80 juta juga dilaporkan mengalami kerugian dan masih menyisakan utang kepada penyedia pupuk dan pestisida.
Sejumlah warga mempertanyakan transparansi pengelolaan anggaran dan kinerja Penjabat Kepala Desa Lubuk Cuik, M.Y. Daulay, serta Ketua BUMDes Iswahyudi. Warga meminta penjelasan terbuka terkait kondisi keuangan BUMDes dan status aset desa yang kini tidak dapat dimanfaatkan, serta dasar hukum penguasaan aset oleh pihak ketiga.
Pengusaha pupuk R. Sitinjak melalui anaknya, Alberto Sitinjak, membenarkan pengamanan sound system tersebut. Menurutnya, langkah itu diambil karena belum adanya pelunasan utang atas pengadaan pupuk dan pestisida untuk program budidaya cabai sejak Juni 2025. Ia mengaku telah berupaya menagih sejak Agustus hingga Desember 2025, namun belum mendapat kepastian pembayaran.
Dengan total kerugian dan utang BUMDes yang disebut mencapai lebih dari Rp120 juta, warga mendesak dilakukan audit menyeluruh terhadap pengelolaan BUMDes dan penggunaan dana desa. Mereka menilai persoalan ini tidak sekadar utang-piutang, melainkan menyangkut tata kelola aset dan akuntabilitas pemerintahan desa.
Permasalahan lainnya juga mencuat terkait dinamika Kisruh internal Koperasi Desa Merah Putih Lubuk Cuik, sehingga Ketua dan salah satu Pengawas disebut telah mengundurkan diri di tengah polemik kepengurusan.(terkesan Pembiaran, Pj. Kepala Desa Tidak melakukan Tupoksinya dalam Pembinaan)
Warga juga keluhan mengenai minimnya keterbukaan dalam pelaksanaan musyawarah desa maupun musrenbang, di mana sejumlah warga yang kritis dan wartawan lokal disebut tidak pernah dilibatkan , menambah kekhawatiran masyarakat terhadap transparansi dan akuntabilitas Pemerintahan Desa Lubuk Cuik di kepemimpinan Pj Kades M.Y Daulay.
(wellas)










.jpg)









