-->
https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEi0EAIKwCOewMUoWNW47WuQuK72ih6QOPHJMRnpU7DCntRrpBQYD0o5Au6P11bCxnpJNDyOsxBp3IdFHzFFSPAhWzvyrKdEvmE6apWlbXqIYFWABnyl7NEMlrMlUwM4NCgpGmaNl5NRvf2UlfxXkv1HMk7-eaoiksbqMkaflEi0HsdjsFR5l1RhIhyphenhyphenOdiE/s16000/05e2cdf2-5f47-4771-880d-c7f1667e3450.jpeg

Penguatan Data sebagai Kunci Keberhasilan Penurunan Stunting, TPPS Diminta Bergerak Cepat

Penguatan Data sebagai Kunci Keberhasilan Penurunan Stunting, TPPS Diminta Bergerak Cepat



BATU BARA — Perisainusantara.com 

Pemerintah Kabupaten Batu Bara terus meningkatkan langkah strategis dalam percepatan penurunan stunting. Hal itu ditegaskan melalui Rapat Koordinasi Tim Percepatan Penurunan Stunting (TPPS) yang dipimpin langsung oleh Bupati Batu Bara, H. Baharuddin Siagian, S.H., M.Si, di Aula Rumah Dinas Bupati, Kecamatan Sei Suka, pada Kamis (27/11/2025).

Rapat koordinasi tersebut menghadirkan jajaran perangkat daerah, tenaga kesehatan, camat, kepala desa, hingga unsur swasta dan pemangku kepentingan lainnya. Agenda utama meliputi analisa situasi stunting di seluruh kecamatan serta evaluasi mutu data pada Aplikasi Web Aksi Bangda.

Dalam forum tersebut, dilakukan pembahasan menyeluruh mengenai progres pelaporan aksi konvergensi, sinkronisasi program, serta penuntasan indikator penanganan stunting. Keakuratan data menjadi perhatian utama, mengingat seluruh kebijakan dan intervensi wajib diarahkan berdasarkan validasi di lapangan.

Bupati Bahar menegaskan bahwa seluruh rekomendasi hasil rapat harus segera dieksekusi tanpa menunda waktu.

“Persoalan stunting tidak bisa dianggap sepele. Ini menyangkut masa depan generasi kita. Semua sektor, mulai dari perangkat daerah, kecamatan, desa hingga kader posyandu harus bekerja lebih cepat, lebih tepat, dan saling terhubung,” tegasnya.

Menurut Bupati, keberhasilan penurunan stunting bukan hanya tanggung jawab satu lembaga, melainkan memerlukan kolaborasi menyeluruh, mulai dari intervensi gizi ibu hamil, peningkatan sanitasi, edukasi pola asuh, hingga pelaporan berbasis data yang akurat.

Pada kesempatan itu, Bupati Bahar juga mengumumkan kebijakan baru terkait penilaian risiko stunting. Selain pengukuran antropometri seperti tinggi dan berat badan, anak yang dicurigai berisiko stunting kini akan menjalani pemeriksaan laboratorium, termasuk pengecekan kadar hemoglobin dan status gizi mikro.

“Jika diagnosisnya tepat, intervensinya juga akan tepat. Pemeriksaan laboratorium membantu memberikan gambaran yang lebih lengkap untuk menangani kondisi anak,” ujarnya.

Pemkab Batu Bara memastikan bahwa upaya percepatan penurunan stunting akan terus dilakukan secara terukur melalui evaluasi berkala dan peningkatan koordinasi lintas sektor, demi mencapai target nasional.

Bupati berharap seluruh unsur TPPS bersama pemerintah desa dan pemangku kepentingan dapat terus menggerakkan langkah nyata di masyarakat, sehingga hasil penanganan dapat dirasakan langsung oleh keluarga dan anak yang menjadi sasaran.

Rapat koordinasi juga dihadiri Plh. Sekda, Ketua TP PKK Batu Bara, pimpinan perangkat daerah, camat se-Kabupaten Batu Bara, kepala desa, jajaran puskesmas serta perwakilan perusahaan dan lembaga keuangan, di antaranya PT. Inalum, PT. Socfindo Indonesia, PT. MNA, PT. Domas, PT. BRC, PT. Bakrie Sumatera Plantations, Bank BRI, Bank Sumut, RSU Bidadari, dan sejumlah mitra lainnya.

(wellas)

Share:

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Artikel

Label

Budaya (17) Kesehatan (22) Organisasi (325) Pemerintahan (381) Pendidikan (157) Polri/TNI (6) Sumatera Utara (29) ekonomi (3) politik (151) sosial (108)

Arsip Blog

FOUNDER’S MEDIA SIBER BATU BARA



 


Strategi Inalum Perluas Pangsa Pasar Aluminium Global

 


Mengenal Tiga Jenis Produk Aluminium dari INALUM

 


Tentang Inalum