-->
https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEi0EAIKwCOewMUoWNW47WuQuK72ih6QOPHJMRnpU7DCntRrpBQYD0o5Au6P11bCxnpJNDyOsxBp3IdFHzFFSPAhWzvyrKdEvmE6apWlbXqIYFWABnyl7NEMlrMlUwM4NCgpGmaNl5NRvf2UlfxXkv1HMk7-eaoiksbqMkaflEi0HsdjsFR5l1RhIhyphenhyphenOdiE/s16000/05e2cdf2-5f47-4771-880d-c7f1667e3450.jpeg

Bupati Batu Bara: Lewat PSBD, Budaya Melayu Harus Terus Dirawat dan Dibanggakan

Bupati Batu Bara: Lewat PSBD, Budaya Melayu Harus Terus Dirawat dan Dibanggakan



Batu Bara — Perisainusantara.com 

Gelaran Pentas Seni Budaya Daerah (PSBD) Etnis Melayu kembali memeriahkan Lapangan Indrasakti, Kecamatan Air Putih, pada Jumat malam (14/11/2025). Acara tersebut dihadiri langsung oleh Bupati Batu Bara H. Baharuddin Siagian, S.H., M.Si, bersama Wakil Bupati Syafrizal, S.E., M.AP.

Kegiatan ini menjadi ruang bagi masyarakat untuk menampilkan kekayaan budaya Melayu sekaligus memperkuat komitmen bersama dalam menjaga warisan leluhur.

Sejak dibuka, rangkaian acara berlangsung meriah dengan berbagai pertunjukan seni, tarian tradisional, hingga penampilan artis lokal. Antusiasme warga terlihat dari padatnya pengunjung yang datang dari berbagai desa dan kecamatan.

Acara dibuka dengan prosesi adat berupa pemakaian tanjak, kain samping, serta tepung tawar kepada Bupati, Wakil Bupati, dan unsur Forkopimda. Prosesi ini merupakan simbol penghormatan sekaligus doa restu, di mana tanjak melambangkan kewibawaan dan kehormatan, sementara tepung tawar sebagai lambang keberkahan.

Dalam sambutannya, Bupati Baharuddin mengapresiasi kreativitas para seniman yang menampilkan keberagaman budaya Melayu Batu Bara.

“Saya bangga melihat masyarakat begitu antusias. Ini menunjukkan bahwa seni dan budaya Melayu adalah identitas yang harus terus kita jaga,” ujar Bupati.

Ia juga menyoroti pentingnya kuliner lokal sebagai bagian dari promosi budaya. Salah satunya adalah kepah serai, kuliner khas Batu Bara yang diharapkan dapat dikenal lebih luas.

“Ke depan, kita ingin kepah serai menjadi ikon kuliner yang mendunia. Pemkab Batu Bara siap menampilkan kuliner khas ini di setiap event dan kegiatan besar,” tambahnya.

Mengusung slogan “Takkan Melayu Hilang di Bumi”, Bupati mengajak masyarakat untuk bersama-sama melestarikan budaya dan mendukung revitalisasi Istana Niat Lima Laras, salah satu istana adat kebanggaan masyarakat Melayu di Sumatera Utara.

Selain itu, Bupati mengingatkan pentingnya menjaga keamanan, ketertiban, dan menjauhi narkoba sebagai upaya melindungi generasi muda dari dampak negatif.

Acara PSBD turut dihadiri tokoh masyarakat, tokoh adat, para kedatukan, pejabat pemerintah, serta ratusan warga yang menikmati pertunjukan seni hingga akhir. Kegiatan ini menjadi bukti betapa budaya Melayu masih hidup, dicintai, dan terus diwariskan kepada generasi berikutnya.

(wellas)

Share:

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Artikel

Label

Budaya (18) Kesehatan (22) Organisasi (331) Pemerintahan (415) Pendidikan (158) Polri/TNI (6) Sumatera Utara (29) ekonomi (3) politik (151) sosial (109)

Arsip Blog

FOUNDER’S MEDIA SIBER BATU BARA



 


Strategi Inalum Perluas Pangsa Pasar Aluminium Global

 


Mengenal Tiga Jenis Produk Aluminium dari INALUM

 


Tentang Inalum