-->

Badut Politik dan Narasi Intelektual Capres

BADUT POLITIK DAN NARASI INTELEKTUAL CAPRES.

( Part 2 Seri Politik )  Oleh:Irwansyah Nasution


BATU BARA -Sumut- Perisainusantara.com

Kita ingin mendengar gagasan para Capres bagaimana Ia menumpahkan pikiran ke publik soal lingkungan hidup ,soal pangan ,Soal pengolahan sumber daya alam soal Indonesia menghadapi tantangan dunia  global yang tidak menggembirakan akibat krisis pangan dan energi berdampak pada Indonesia , Capres itu bukan mengurus remeh temeh seperti bermain tiktok dengan kejenakaan atau membungkus urusan yang tidak perlu diurus oleh seorang presiden sebab pembagian tugas di wilayah kenegaraan cukup jelas.Pencerahan ide dari sang capres sangat ditunggu publik dalam bentuk pemecahan masalah publik .

Karena itulah di diperlukan sosok presiden dalam mengambil  keputusan negara yang ada ditangannya, ratusan juta rakyat Indonesia menyerahkan kewenangan pada seorang presiden yang mampu menyelesaikan urusan publik secara sistemik bukan sepotong sepotong misal membagi bantuan beras,minyak makan lalu di ser lewat tiktok dan viral ini tentu bukan pekerjaan seorang presiden lebih tepatnya pekerjaan selebriti dalam urusan sosial atau kelompok masyarakat yang membangun kepedulian sosial antar masyarakat mampu dengan tidak mampu.

Rakyat Indonesia sudah cukup lelah dan menderita akibat ketidak pastian ekonomi harga bahan pangan nyaris tak terbeli karena harga melambung tinggi dan mengalami kelangkaan kita ingin tahu apa pemikiran calon presiden mengatasi hal tersebut bukan menggunakan bahasa dari  prihatin ke prihatin semua orang bisa ikut prihatin namun solusinya bagaimana ,bagaimana ia membangun nalar berpikirnya untuk memahamkan publik tentang satu persoalan tersebut pertanyaan ini haruslah keluar dari mulut  capres itu.Kita tidak memihak siapapun capres nya apalagi tidak ikut terlibat langsung yang kita perlukan kejelasan ide dan konsep capres makanya kita dukung karena kedepan berdampak pada publik kembali.

Pembiayaan yang dikeluarkan rakyat dalam pemilihan presiden trilyunan rupiah hendaknya tidak sia sia untuk mendapatkan capres pembawa solusi bangsa bukan urusan sentimentil yang biasa dilakoni seorang selebritis untuk menarik perhatian pribadi demi mendapatkan popularitas bertingkah seperti badut ,Semua pembiayaan itu jadi mubazir mestinya bisa dialokasikan ketempat lain yang sangat di butuhkan negara  dan rakyat.

Pemilihan presiden dalam beberapa bulan kedepan dipentaskan mulai saat ini yang terbaik ada duel adu gagasan capres bersama orang orang kampus kalangan aktivis  bahkan kalau perlu capres sudah boleh mendebat apa yang sedang dilakukan pemerintahan saat ini ,juga bisa ditanggapi capres secara mudah dan memiliki basis argumentasi pengetahuan luas ,bila ini yang tersaji sepertinya kita tidak perlu lagi membesarkan isu politik identitas minoritas dan mayoritas, islamofobia  yang hanya melemahkan bangsa dalam mengatasi persoalan dalam bentuk riil seperti soal kemiskinan yang lebih penting di tuntaskan karena menyangkut kepastian dan keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia.

Yang kita perlukan apa kata sang capres soal mengatasi pertumbuhan penduduk semakin padat yang memerlukan pemetaan peluang kerja bagi calon tenaga kerja baru juga soal upah buruh dan kesejahteraan seperti yang dikeluhkan semua orang . Apa gagasan capres tentang sumber energi yang diperbaharui ditengah tantangan krisis energi global yang dapat membahayakan ketahanan Indonesia sementara alam dan sumberdaya kekayaan Indonesia lebih banyak diolah oleh asing dan aseng yang tidak pro sedikitpun kecuali untuk mengambil keuntungan semata karena mereka kalangan Borjuis yang kapitalis

Sederet persoalan diatas menjadi pemanasan awal bagi seorang capres untuk.memulai tantangan dalam menjelaskan ide dan konsep sebagai calon presiden, sebagai seorang capres cawapres ,kemewahan nama atas nama lembaga kepresidenan yang di perebutkan tidaklah diukur seberapa  banyak rambut putihnya  di kepala dan muka berkedut dan berkerut karena memikirkan hutang ,sebelum menjadi presiden tapi seberapa banyak keberanian menjawab tantangan dengan logis atas persoalan anak bangsa yang membutuhkan solusi .

Pengamat Sosial Politik dan Kebijakan Publik LKPI.

Share:

No comments:

Post a Comment

Artikel

Labels

Budaya (15) ekonomi (3) Kesehatan (13) Organisasi (153) Pemerintahan (93) Pendidikan (132) politik (86) Polri/TNI (6) sosial (106) Sumatera Utara (29)

Blog Archive