-->

Sumbangsih 100 Tahun Tamansiswa Untuk Bangsa


Batubara, Perisainusantara.com|-
Penjelasan sejarah Tamansiswa menurut Sulistio, S.Pd sebagai kepala sekolah SMK N 2 Kisaran yang pernah mengecam pendidikan di Taman Karya Madya Teknik Perguruan Taman Siswa Pematangsiantar. 

Beliau menuturkan bahwa "Suwardi surya ningrat atau biasa dikenal Ki Hadjar Dewantara mendirikan Tamansiswa sebagai wadah pendidikan alternatif pada tanggal 3 Juli 1922".

"Pendirian Taman Siswa merupakan bentuk perlawanan Ki Hadjar Dewantara terhadap diskriminasi pendidikan yang diterapkan oleh pemerintah kolonial Belanda pada masa itu", Ungkapnya. 

"Pada masa penjajahan, rakyat jelata hanya diberi kesempatan menerima pendidikan setingkat Sekolah Dasar (SD), sedangkan kaum priyayi dan bangsawan Eropa diperbolehkan untuk menempuh pendidikan tinggi. Bahkan, banyak kaum priyayi yang mendapat akses untuk berkuliah di Eropa", Lanjut Tio. 

"Dengan kondisi sosial dan pendidikan yang seperti itulah makanya Ki Hadjar Dewantara mendirikan Taman Siswa sebagai bentuk perlawanan terhadap kolonialisme belanda" Uangkap Tio. 

Lanjut Sulistio, "Taman Siswa sebagai organisasi memiliki 3 semboyan yang selalu menjadi pondasi pendidikan saat ini, semboyan tersebut adalah:"

1. Ing Ngarsa Sung Tuladha, yang berarti ‘di depan memberi contoh’

2. Ing Madya Mangun Karsa, yang berarti ‘di tengah membangun semangat’

3. Tut Wuri Handayani, yang berarti ‘di belakang memberikan dorongan’


Selain 3 semboyan tersebut, Ki Hadjar juga mengajarkan konsep belajar  3 dinding. Filosofi ini mengajarkan tidak ada batas atau jarak antara pendidikan di dalam kelas dengan keadaan sebenarnya di luar atau kehidupan nyata. 

Hal ini bermakna bahwa sekolah sebaiknya tidak hanya mengajarkan tentang pengetahuan, tetapi juga membekali anak anak dengan keterampilan serta attitude. 

Sebelum menteri Nadiem Makarim mencetuskan konsep merdeka belajar, terlebih dahulu telah di sampaikan konsep pendidikan bersifat memerdekakan manusia. Maksudnya dengan pendidikan manusia diajarkan untuk memiliki otonomi berpikir dalam mengambil keputusan, bermartabat serta memiliki mentalitas yang demokratik.

Begitu banyak konsep-konsep pendidikan yang dicetuskan oleh Ki Hadjar Dewantara melalui lembaga pendidikan Tamansiswa, menjadi tonggak awal kemerdekaan pendidikan di Indonesia. 

"Kini diusia ke 100 tahun Tamansiswa diharapkan tidak hanya menunjukkan kematangan usia, tetapi juga mampu menunjukkan kematangan berkarya dan mampu beradaptasi terhadap perkembangan zaman" Lanjutnya. 

"Sebagai alumni Tamansiswa, sulistio merasa bangga dan tetap memegang teguh konsep konsep pendidikan yang telah diterimanya selama menempuh pendidikan. Serta menerapkannya kepada siswa yang didiknya selama dia menjadi guru". *Red

Share:

No comments:

Post a Comment

Artikel

Labels

Budaya (15) ekonomi (3) Kesehatan (13) Organisasi (153) Pemerintahan (93) Pendidikan (132) politik (86) Polri/TNI (6) sosial (106) Sumatera Utara (29)

Blog Archive