-->
https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEi0EAIKwCOewMUoWNW47WuQuK72ih6QOPHJMRnpU7DCntRrpBQYD0o5Au6P11bCxnpJNDyOsxBp3IdFHzFFSPAhWzvyrKdEvmE6apWlbXqIYFWABnyl7NEMlrMlUwM4NCgpGmaNl5NRvf2UlfxXkv1HMk7-eaoiksbqMkaflEi0HsdjsFR5l1RhIhyphenhyphenOdiE/s16000/05e2cdf2-5f47-4771-880d-c7f1667e3450.jpeg

KSJ Salurkan Bantuan untuk Janda Pekerja Buruh Cuci di Pinggiran Rel Kereta Api Medan

KSJ Salurkan Bantuan untuk Janda Pekerja Buruh Cuci di Pinggiran Rel Kereta Api Medan



Medan - Perisainusantara.com 

 Komunitas Sedekah Jumat (KSJ) kembali menunjukkan kepeduliannya terhadap masyarakat kurang mampu melalui kegiatan sosial bertajuk “Jumat Barokah”. Kali ini, para relawan KSJ menyasar kaum dhuafa yang tinggal di kawasan pinggiran rel kereta api, tepatnya di Kelurahan Tanjung Mulia, Kecamatan Medan Deli, serta Kelurahan Brayan Bengkel, Kecamatan Medan Timur.

Dalam kegiatan tersebut, KSJ memprioritaskan bantuan kepada para ibu rumah tangga yang menjadi tulang punggung keluarga, khususnya para janda yang bekerja sebagai buruh cuci. Salah satu penerima bantuan adalah Ibu Diah (51), yang telah lebih dari satu dekade menjalani kehidupan sebagai orang tua tunggal di kawasan tersebut.

Ibu Diah mengungkapkan bahwa dirinya telah tinggal di pinggiran rel kereta api selama hampir 12 tahun. Sejak ditinggal suami, ia harus berjuang sendiri membesarkan anak-anaknya dengan penghasilan dari mencuci pakaian warga. Dari empat orang anaknya, tiga di antaranya masih menjadi tanggung jawabnya saat ini.

“Kondisi memaksa saya tinggal di sini. Sejak suami meninggal, kehidupan terasa semakin sulit. Saya hanya bisa bekerja sebagai buruh cuci dari rumah ke rumah. Walaupun penghasilan tidak seberapa, saya tetap bersyukur,” tuturnya. Ia juga menambahkan bahwa dirinya dan anak-anak sudah terbiasa dengan kebisingan kereta api yang melintas setiap hari.

Koordinator pelaksanaan kegiatan KSJ, Boim, menjelaskan bahwa program Sedekah Jumat kali ini memang difokuskan pada para janda kurang mampu yang harus menghidupi keluarga. Ia berharap kegiatan ini dapat terus berlanjut dan menjangkau lebih banyak masyarakat yang membutuhkan.

“Sesuai arahan pembina, kami memprioritaskan para janda yang benar-benar membutuhkan, khususnya yang memiliki tanggungan anak. Kami berharap kegiatan sosial ini terus berjalan dan memberi manfaat lebih luas,” ujarnya.

Sementara itu, Pendiri sekaligus Pembina KSJ, H. Ikhwan Lubis, SH, MH, menegaskan bahwa pihaknya akan terus memperluas jangkauan bantuan dengan sistem pendataan yang lebih terstruktur. Ia menyebutkan bahwa KSJ berkomitmen membantu para janda, dhuafa, serta anak yatim piatu melalui program yang dijalankan secara amanah.

“Kami akan terus hadir langsung ke rumah-rumah warga yang membutuhkan, berdasarkan data yang akurat. Harapannya, semakin banyak masyarakat yang bisa terbantu melalui kegiatan Sedekah Jumat ini,” ungkapnya.

Kegiatan ini menjadi bukti nyata kepedulian sosial KSJ dalam membantu masyarakat di tengah keterbatasan, sekaligus memperkuat semangat berbagi di hari Jumat yang penuh berkah.

(bim)

Share:

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Artikel

Label

Budaya (18) Kesehatan (22) Organisasi (336) Pemerintahan (419) Pendidikan (159) Polri/TNI (6) Sumatera Utara (29) ekonomi (3) politik (151) sosial (110)

FOUNDER’S MEDIA SIBER BATU BARA



 


Strategi Inalum Perluas Pangsa Pasar Aluminium Global

 


Mengenal Tiga Jenis Produk Aluminium dari INALUM

 


Tentang Inalum