-->
https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEi0EAIKwCOewMUoWNW47WuQuK72ih6QOPHJMRnpU7DCntRrpBQYD0o5Au6P11bCxnpJNDyOsxBp3IdFHzFFSPAhWzvyrKdEvmE6apWlbXqIYFWABnyl7NEMlrMlUwM4NCgpGmaNl5NRvf2UlfxXkv1HMk7-eaoiksbqMkaflEi0HsdjsFR5l1RhIhyphenhyphenOdiE/s16000/05e2cdf2-5f47-4771-880d-c7f1667e3450.jpeg

Bupati Batu Bara Dorong Sinergi Tokoh ASLAB dalam Rembuk Pembangunan

Bupati Batu Bara Dorong Sinergi Tokoh ASLAB dalam Rembuk Pembangunan



Batu Bara – Perisainusantara.com

Bupati Batu Bara Baharuddin Siagian menghadiri kegiatan Silaturahmi Syawal 1447 Hijriah yang dirangkai dengan rembuk pembangunan daerah bersama para tokoh Asahan–Labuhanbatu (ASLAB), di Aula Kantor Bupati Batu Bara, Kecamatan Lima Puluh, Senin (13/4/2026).

Kegiatan yang diinisiasi oleh Komite Pemekaran Provinsi Sumatera Pantai Timur ini turut dihadiri Ketua Komite Muslim Simbolon, Anggota Komisi II DPR RI Ahmad Doli Kurnia Tandjung, serta sejumlah pejabat di lingkungan Pemerintah Kabupaten Batu Bara.

Dalam sambutannya, Bupati Baharuddin menekankan bahwa pertemuan tersebut bukan sekadar ajang silaturahmi, melainkan forum penting untuk merumuskan strategi pembangunan daerah berbasis potensi wilayah ASLAB.

Ia menyampaikan bahwa kegiatan ini bertujuan menyatukan persepsi antar pemangku kepentingan, sekaligus memperkuat komitmen dalam meningkatkan kualitas pelayanan publik kepada masyarakat.

Bupati juga mengungkapkan bahwa gagasan pembentukan Provinsi Sumatera Pantai Timur bukanlah hal baru. Wacana tersebut telah berkembang sejak lebih dari satu dekade lalu dan terus menjadi aspirasi masyarakat di kawasan pesisir timur.

Wilayah ASLAB atau yang dikenal dengan sebutan Sumatera Pantai Timur (Sumpatim) mencakup enam daerah, yakni Kabupaten Asahan, Kabupaten Batu Bara, Kabupaten Labuhanbatu, Kabupaten Labuhanbatu Utara, Kabupaten Labuhanbatu Selatan, serta Kota Tanjungbalai.

Sementara itu, Muslim Simbolon menjelaskan bahwa upaya pemekaran wilayah ini merupakan aspirasi murni masyarakat yang telah diperjuangkan sejak 2013, dan bukan merupakan tindakan yang bertentangan dengan negara.

Ia juga menyebut bahwa gagasan tersebut pernah memperoleh dukungan dari mantan Gubernur Sumatera Utara, Gatot Pujo Nugroho. Menurutnya, faktor geografis dan luasnya rentang kendali pemerintahan menjadi tantangan utama dalam pemerataan pelayanan publik di wilayah tersebut.

“Dengan pemekaran, pelayanan diharapkan menjadi lebih dekat, cepat, dan efektif,” ungkapnya.

Dalam kesempatan itu, kajian akademik yang dipaparkan oleh M. Yusuf Harahap menunjukkan bahwa dari sisi potensi wilayah, kemampuan keuangan, serta aspek administratif, kawasan Sumatera Pantai Timur dinilai memiliki peluang untuk berkembang sebagai provinsi baru.

Di sisi lain, Ahmad Doli Kurnia Tandjung menegaskan bahwa pemekaran daerah memiliki dasar hukum yang jelas, selama memenuhi ketentuan dan persyaratan yang berlaku.

Ia menambahkan, tujuan utama pemekaran harus berorientasi pada peningkatan pelayanan publik serta didukung oleh kajian yang matang dan komprehensif.

Rembuk pembangunan ini menjadi momentum penting untuk menghidupkan kembali wacana pemekaran yang sempat terhenti selama bertahun-tahun. Diharapkan, langkah ini dapat mempercepat pembangunan, meningkatkan kualitas pelayanan, serta mengoptimalkan potensi ekonomi di kawasan pesisir timur Sumatera Utara.

Melalui forum ini, diharapkan tercipta sinergi yang kuat serta kesamaan pandangan antar seluruh pemangku kepentingan dalam mendorong kemajuan wilayah Sumatera Pantai Timur, khususnya di Kabupaten Batu Bara.

(wellas)


Share:

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Artikel

Label

Budaya (18) Kesehatan (22) Organisasi (333) Pemerintahan (419) Pendidikan (159) Polri/TNI (6) Sumatera Utara (29) ekonomi (3) politik (151) sosial (110)

Arsip Blog

FOUNDER’S MEDIA SIBER BATU BARA



 


Strategi Inalum Perluas Pangsa Pasar Aluminium Global

 


Mengenal Tiga Jenis Produk Aluminium dari INALUM

 


Tentang Inalum