-->
https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEi0EAIKwCOewMUoWNW47WuQuK72ih6QOPHJMRnpU7DCntRrpBQYD0o5Au6P11bCxnpJNDyOsxBp3IdFHzFFSPAhWzvyrKdEvmE6apWlbXqIYFWABnyl7NEMlrMlUwM4NCgpGmaNl5NRvf2UlfxXkv1HMk7-eaoiksbqMkaflEi0HsdjsFR5l1RhIhyphenhyphenOdiE/s16000/05e2cdf2-5f47-4771-880d-c7f1667e3450.jpeg

Danantara Indonesia Mulai Enam Proyek Hilirisasi Fase I dengan Investasi US$ 7 Miliar

Danantara Indonesia Mulai Enam Proyek Hilirisasi Fase I dengan Investasi US$ 7 Miliar



Jakarta – Perisainusantara.com

Badan Pengelola Investasi (BPI) Danantara Indonesia secara bersamaan memulai pembangunan enam proyek hilirisasi fase I yang tersebar di 13 titik di berbagai daerah di Indonesia, Jumat (6/2/2026). Total nilai investasi dari proyek strategis nasional tersebut mencapai sekitar US$ 7 miliar.

Inisiatif ini menjadi bagian dari langkah percepatan transformasi ekonomi nasional yang bertujuan memperkuat sektor riil, meningkatkan nilai tambah industri dalam negeri, membuka lapangan kerja, serta mendorong pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan. Secara keseluruhan, proyek-proyek hilirisasi tersebut diperkirakan mampu menyerap lebih dari 6.000 tenaga kerja langsung.

Pelaksanaan groundbreaking serentak ini menandai dimulainya realisasi proyek prioritas hilirisasi fase I yang dikelola secara terintegrasi lintas sektor, meliputi sektor energi, pangan, mineral, dan logam. Program ini diharapkan menjadi fondasi penguatan struktur industri nasional sekaligus mengurangi ketergantungan Indonesia terhadap impor secara bertahap.

CEO Danantara Indonesia, Rosan Roeslani, menegaskan bahwa hilirisasi merupakan agenda strategis nasional yang menjadi prioritas Presiden Republik Indonesia, sekaligus fokus utama Danantara Indonesia dalam mendorong transformasi ekonomi.

Rosan menyampaikan bahwa pada tahap awal, proyek-proyek hilirisasi ini diharapkan memberikan dampak nyata bagi perekonomian nasional, baik melalui peningkatan nilai tambah industri maupun penciptaan lapangan kerja. Ke depan, hilirisasi diyakini akan menjadi tulang punggung pertumbuhan ekonomi yang lebih kuat, berkelanjutan, dan berdaya saing global.

“Dengan kolaborasi yang solid antara pemerintah, BUMN, dan mitra strategis, hilirisasi akan menjadi fondasi penting untuk memperkuat kemandirian industri serta membawa Indonesia menuju ekonomi bernilai tambah tinggi,” ujarnya.

Salah satu proyek yang diresmikan adalah pembangunan fasilitas pengolahan dan pemurnian bauksit hingga aluminium yang dikelola MIND ID bersama anak usahanya, INALUM dan ANTAM, di Kabupaten Mempawah, Kalimantan Barat.

Fasilitas tersebut mencakup pembangunan smelter aluminium baru berkapasitas 600.000 metrik ton per tahun, serta Smelter Grade Alumina Refinery (SGAR) Fase II dengan kapasitas produksi 1 juta metrik ton alumina per tahun.

Proyek ini ditujukan untuk memperkuat ketahanan mineral nasional sekaligus memastikan ketersediaan bahan baku bagi industri manufaktur dalam negeri, sebagai bagian dari penguatan rantai nilai industri nasional.

Melalui proyek strategis ini, MIND ID mendorong peningkatan nilai tambah hingga 70 kali lipat, dari bauksit mentah menjadi alumina dan aluminium. Nilai bauksit yang sebelumnya berada di kisaran US$ 40 per metrik ton meningkat menjadi sekitar US$ 400 per metrik ton setelah diolah menjadi alumina, dan melonjak hingga US$ 2.800–US$ 3.000 per metrik ton ketika diproses menjadi aluminium.

Direktur Utama MIND ID, Maroef Sjamsoeddin, menyampaikan bahwa keberadaan proyek ini akan memperkuat kapasitas produksi aluminium nasional sekaligus menekan ketergantungan terhadap impor.

Menurutnya, saat smelter aluminium baru mulai beroperasi, cadangan devisa nasional diperkirakan meningkat hingga 394 persen, dari Rp11 triliun menjadi Rp52 triliun per tahun. Selain itu, industri manufaktur domestik akan memperoleh kepastian pasokan bahan baku dari dalam negeri.

“Proyek ini merupakan wujud kontribusi Grup MIND ID dalam menciptakan nilai tambah di dalam negeri, memperkuat perekonomian nasional, serta menjaga kedaulatan negara di sektor mineral demi masa depan Indonesia,” ujar Maroef.

Peresmian proyek tersebut turut dihadiri Gubernur Kalimantan Barat, Anggota DPR RI Komisi XII, Bupati Mempawah, Raja Mempawah XIV, Dewan Adat Dayak, serta jajaran direksi dan komisaris MIND ID, ANTAM, Bukit Asam, INALUM, dan PT Borneo Alumina Indonesia.

Pelaksanaan proyek hilirisasi ini sejalan dengan arahan Presiden Republik Indonesia untuk mempercepat transformasi ekonomi nasional melalui penguatan sektor riil, optimalisasi nilai tambah sumber daya domestik, serta pembangunan industri yang berdaya saing dan berkelanjutan. Danantara Indonesia bersama BUMN berkomitmen memastikan seluruh proyek prioritas direalisasikan tepat waktu dan memberikan dampak ekonomi nyata bagi masyarakat.

(red)


Share:

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Artikel

Label

Budaya (18) Kesehatan (22) Organisasi (332) Pemerintahan (416) Pendidikan (158) Polri/TNI (6) Sumatera Utara (29) ekonomi (3) politik (151) sosial (109)

FOUNDER’S MEDIA SIBER BATU BARA



 


Strategi Inalum Perluas Pangsa Pasar Aluminium Global

 


Mengenal Tiga Jenis Produk Aluminium dari INALUM

 


Tentang Inalum